1
1
0
Nomor Telepon.
085777673627
082324913789
Jam Buka
Mon.-Sun. 17:00-23:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Buka Hingga Larut Malam
Ulasan (2)
Level3 2016-04-07
299 Lihat
@markobar1996 @markobarjakarta yang ada di Solo ini sekarang sudah ada di Jakarta daerah Cikini. Hits banget martabak nya. Psst... Denger2 ini yang punya anak nya Pak Presiden @jokowi jadi siap2 antri ya.😜😜😝😛😜😙😜😜😜 😜Ada 8 rasa dalam martabak nya :- Oreo- Keju kraft- Toblerone- Delfi- Silver queen- Nutella- Kitkat- Dairy milkSemua rasa bikin meleleh di mulut😋😋😋😋 hampir kilaf makan semua rasa. Semoga sukses selalu dan maju berkembang di seluruh Indonesia dan bangga sama Bapak @jokowi yang sudah mimpin di Negara ini, terus mempunyai anak2 yang hebat @chillipari @kaesangp 👍👍👍👍💪💪 💪 Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2016-02-22
232 Lihat
Another series of martabak! Seperti di bio saya, martabak adalah salah satu makanan favorit saya. Jatuh cinta saya pada martabak telah dimulai sejak kecil, jauh sebelum saya mengenal openrice, situs ini juga mungkin belum eksis. Kali ini saya akan mereviu mengenai salah satu brand martabak yang sedang mencuri perhatian warga Jakarta. Kenapa? Yaah, kita simak saja ya dibawah ini.Markobar, sebuah merek martabak baru yang hadir di kota ini meski telah memiliki nama besar di kota asalnya, Surakarta alias Solo. Melanjutkan cerita mengenai permartabakan *apaa coba bahasanya haha.. Markobar merupakan pemimpin di kota asalnya. Tapi dengan kematangan produknya, mereka mencoba mengekspansi ke kota yang lebih besar yaitu Ibukota negara. Kita ibaratkan nih Pilkada DKI, ketika tahun 2012 lalu, enam pasang calon gubernur termasuk juga calon gubernur yang merupakan pemimpin dari tempat lain mengadu nasib ke ibukota. Jika dianalogikan sebagai pilkada martabak, nah konstelasi martabak di Jakarta sebenarnya lebih panas daripada Pilkada DKI 2012 bahkan 2017 mendatang karena ada seabrek merek dengan beragam variannya yang siap bersaing. Namun dengan nama besar, rasa orisinil dan tempat yang strategis menurut saya Markobar sudah mulai mencuri perhatian. Selain diomongin di media sosial karena ketenaran pemilik dan bapak si pemilik martabak yang berasal dari Solo *clue pertama nih hehe, beberapa kali melintas di daerah Raden Saleh, spot ini selalu ramai dikunjungi. Padahal tempat nunggunya gak begitu gede lho. Selain para pembeli langsung, para pengemudi ojek online juga setia menanti pesanan ‘bos’nya di seputaran kios martabak ini.Martabak ini saya golongkan sebagai martabak premium jaman sekarang. Penggolongan ini sudah saya bahas ya dalam beberapa reviu martabak saya. Martabak premium adalah martabak dengan harga ‘selangit’ dengan topping yang moderen gak standar kayak coklat kacang wijen doang. Naah ketika itu saya dan si pacar mampir kemari, jalan kaki dari kantornya di bilangan Kramat. Mayan juga olahraga sambil nunggu mereka bener-bener buka. Info yang kami dapet kios ini buka dari jam 5 sore sampe jam 11 malam aja tapi menurut pengakuan si koki, untuk dapat 100 loyang tiap hari mah sering. Gilee.. Kamipun memesan menu martabak andalan disini yaitu Martabak 8 Rasa. Cling cling.. Sudah mulai terkuak gak tabirnya? Hehe. Menu martabak ini menjadi favorit para tamu undangan Pesta Pernikahan Putra Presiden RI di Surakarta. Bayangkan, menu kepada para pembesar negara ini akan segera hadir dalam mulutmu, dikecap oleh lidahmu, mengalir lewat kerongkonganmu dan diproses di perutmu hmm… Sempurna. Untuk membuatnya lebih spesial, kami memilih additional topping dengan Kitk*t Greentea dan Red Velvet. Gimana gak mantep tuh, karena ini adalah topping impor yang belum banyak dijual bebas di pasar Indonesia, cek aja ke indom*ret ato *lf*mart sebelah pasti gak ada hehe. Pelayanannya juga asik, para koki asik banget diajak ngobrol. Cair banget deh, sambil ngeramu si koki bisa becandain dan nimpalin ‘wawancara’ kita. Ternyata mereka, para kru Markobar juga di ‘transfer’ langsung dari Solo, jadi kebayang kan rasa otentiknya pasti mereka jaga banget. Seru banget! Dengan harga 80 ribu ++ seloyang *tergantung pilihan topping, kamu udah bisa bawa pulang martabak ini anget anget.Sampe rumah, baru deh kita buka ini martabak. Pertama soal kewangian hmm.. mantap! Saya suka menikmati wangi martabak. Kebetulan menu ini wanginya harum, padanan margarinnya kerasa banget di hidung. Asin gurihnya aja bisa kerasa meski belum dicoba *panggil saya ahli nujum eh ahli martabak! hehe. Martabak ini disajikan dengan model seperti pizza, jadi kita bisa potong sendiri sesuai taburan yang mau dicoba. Sebenernya cara ini kurang adil dan kurang oke menurut saya tapi saya ngerti sih kalo modelnya dilipat pasti taburannya berantakan dan malah kecampur campur. Soal ketebalan menurut saya oke juga kok. Kuenya bener gurih dan soal blending dengan topping ato taburan? Yummmmy… PAS BINGGO! Saran saya sih makan pas anget anget. Karena beberapa taburannya seperti mesis, kitk*t, ovom*ltine, nuttel* nge-melt yang ooh.. Mantep banget rasanya. Superb martabak we think!Dengan harga premium ini, saya rasa gak overprice sih. Gak salah mereka juara di kampung halamannya. Gak mengandalkan bekal nama besar si empunya dan ayahanda si empunya, Markobar saya rasa pasti mampu bersaing dengan martabak premium di Jakarta. Cita rasa yang mantap, pelayanan yang menyenangkan menjadi andalan bagi Markobar untuk memenangkan ‘pilkada martabak’. Well, ini juga yang menjadi alasan saya menganalogikan martabak dengan event politik Indonesia secara khusus DKI karena mirip juga ya dari Surakarta, Jakarta dan mungkin martabak ini juga bisa meng-Indonesia hehe Amin. *ini tabir alias clue terakhir nih hehe. Satu penyesalan saya, pas saya ke Solo saya gak sempet mampir ke Markobar karena blank banget. Saya pasti mencatat Markobar sebagai tujuan kuliner saya kalo ke Solo lagi. Siapa tau ketemu si empunya, bahkan bapak si empunya martabak hehe.* nb: trims Markobar, kita jadi tau ada yang namanya Kitk*t Red Velvet dan rasanya gimana hehe.* nb: trims EIMN for being the ‘professional model’ here in picture hehe and also for the time to spend here *Kakak2 Openrice, saya udah lama nih gak dapet Editor's Review. Sudikah kiranya untuk posting-an kali ini saya diberikan jempolnya? komplit lho review dan fotonya hehe. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)