3
0
0
Nomor Telepon.
(021) 23521234
Baik untuk
Business Meeting
Kencan / Berpasangan
Jam Buka
Mon - Sun 11:30 - 14:30 & 18:00 - 22:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Pajak Penjualan
Ulasan (3)
Level3 2015-01-10
164 Lihat
It is a bit late but Welcome to 2015, everyone! I wish a very happy and prosperous New Year for all of us.My family had our New Year dinner one night earlier as we thought we would be busy preparing for our trip to Singapore on January 1st.For the New Year eve dinner, we opted for three sets of the Christmas/New Year deals as recommended by the staff.The first appetizer that we got was chawan mushi. The silky egg was excellently seasoned. It was pleasant, even more with the tobiko.The second appetizer was seaweed salad. It had a proper mix of sourness and saltiness.The sashimi did not lose in taste. They were fresh and juicy. If I have to choose, my favorite would be the shrimp and the scallop.Finally, the teppanyaki began. The sound of the sizzling teppanyaki was heavenly, followed by the tantalizing smell. Two sauces were given but I prefer to eat the teppanyaki without any sauce.The first course of the teppanyaki was tofu and rice cake (not sure). The tofu was very smooth and the nori powder on top gave a strong flavor. The rice cake was chewy but not hard bitten. The sauce on top had just enough saltiness.Next, we had some mushrooms and broccoli which were a bit bitter.Our third course was the poached salmon. I would say it was one of the best poached salmon as the sauce was not too salty and the salmon itself was tender.We also had the oyster and lobster. The oyster wasn’t really my thing as it was a bit bitter but the lobster was beautiful. It didn’t have a rancid smell.Teppanyaki without beef is like having a computer with no internet. The wagyu sirloin was so tender that it melted in my mouth with just a few bites.From the beef onwards, all of them were greatly pleasurable. Even the fried rice was impressive. It had a charming buttery fragrance with no excess saltiness.As for dessert, the banana ice cream flambé was something you shouldn’t leave behind. It had a delicate sweetness and appealing smoky aroma. Definitely, a taste beyond description.Our New Year eve dinner was satisfying. But I have to say that their food quality was declining over the years, except for the banana flambé. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2013-01-11
52 Lihat
Restoran ini bisa dibilang legendaris, bayangin aja... dari jaman saya masih SD restoran ini udah ada. Saya inget banget pertama kali kesana waktu dijamu makan sama relasinya papa. Dan sekarang restoran ini masih ada. Nama restorannya Shima. Restoran ini memang bisa disejajarkan dengan restoran Jepang papan atas lainnya di Jakarta. Terdorong rasa kangen, saya mengunjungi restoran ini. Sama sepeti yang saya inget jaman dulu, dekorasinya klasik dan sederhana dengan banyak sentuhan kayu. Suasananya juga nyaman. Untung sebelum datang saya reservasi via telepon dulu, soalnya restoran ini selalu penuh. Sesampainya disini, sang pelayan dengan sigap menunjukkan tempat duduk yang sudah saya pesan. Saya duduk barengan dengan beberapa pengunjung lainnya mengelilingi satu meja yang digunakan untuk membuat teppanyaki. Backgroundnya berupa jejeran bambu bambu dan tanaman. Si pelayannya menjajakan beberapa fresh juice diatas nampan yang langsung saya ambil. Saya pilih fresh orange juice yang rasanya segar dan sedikit asam manis.Oiya pas kita duduk, pelayannya langsung masangin celemek ke saya. Untuk melengkapi acara makan kita, di hadapan tersaji dua buah mangkok kecil yang berisi teppanyaki sauce dan ponzu sauce. Seporsi mungil salad segar disajikan sambil menunggu sajian pertama dipersiapkan. Salad ini terdiri dari lettuce, kol merah, wortel dan lobak yang diserut halus yang diberi saus salad khas Jepang bertabur wijen. Rasanya krenyes dan menyegarkan, sungguh merangsang nafsu makan. Ngga lama chefnya mulai masak hidangan utama yaitu Salmon Kuah Teppanyaki. Salmonnya dimasak dan diberi kuah semacam shoyu yang dicampur kaldu dari tulang ikan salmon. Diatasnya ditaburi daun bawang. Ikan salmonya berasa seger banget, kuahnya berwarna kecoklatan yang rasanya manis manis gurih. Hidangan ini merupakan signature foodnya Shima :-)) Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2012-12-06
41 Lihat
Shima Japanese Restaurant ini bisa dikatakan hampir sejajar dengan restoran Jepang papan atas lainnya di Jakarta. Rasa penasaran dengan restoran legendaris ini membuat saya memutuskan untuk bertandang ke Shima. O ya, karena tempat ini selalu penuh sebaiknya memang melakukan reservasi terlebih dahulu agar mendapatkan tempat. Tepat seperti bayangan saya restoran ini tampil klasik sederhana dengan sentuhan kayu. Memberi aksen nyaman seperti layaknya di rumah sendiri. Wow banget deh.. ;)Selain sushi bar, di restoran ini pengunjung duduk mengelilingi meja pembuat teppanyaki. Background-nya berupa jejeran bambu-bambu dan tanaman sehingga memberikan kesan fresh. Setelah duduk pelayan memasangkan celemek khusus agar baju tetap bersih saat menyantap hidangan. Pelengkap hidangan ini di hadapan tersaji dua buah mangkok kecil yang berisi teppanyaki sauce dan ponzu sauce. Seporsi mungil salad segar disajikan sambil menunggu sajian pertama dipersiapkan. Salad ini terdiri dari lettuce, kol merah, wortel dan lobak yang diserut halus yang diberi saus salad khas Jepang bertabur wijen. Rasanya krenyes dan menyegarkan, sungguh mengugah selera makan.Sambil menikmati hidangan pembuka, saya asyik mengamati sang chef yang sudah berada di balik meja tempat memasak. Dua buah tofu, konyaku jelly, konoki mori (aneka jamur), bawang bombay dan brokoli tampak sedang di-grilled. Untuk tofu ini menurut chef dibuat homemade sehingga dibentuk seperti bunga. Rasanya super lembut dan gurih enak karena dipanggang dengan butter. Begitu pula konyaku jelly yang diberi miso sauce bertabur wijen. Sedangkan sayuran memberi efek krenyes yang enak.Beef Teppanyaki daging sapi dipotong-potong seperti dadu dan dimasak dengan tingkat kematangan medium well. Terdengar bunyi daging yang mendesis-desis menebarkan aroma harum yang mengundang selera. Dagingnya menurut sang chef memakai daging sapi import Australia. Selain itu Shima juga menyediakan wagyu sebagai pilihan lainnya. Setelah menaruh irisan daging yang telah matang di piring ternyata hidangan ini belum selesai. Dengan cekatan spatula beradu mencacah dengan lincah bawang putih yang dipanggang dengan sedikit butter. Setelah tampak sedikit gosong, bawang putih diangkat dan ditaburkan di atas beef teppanyaki. Hmm yummy... dagingnya empuk dengan terasa juicy saat dikunyah apalagi saat dicelupkan ke ponzu sauce. Yang satu ini memang beef teppanyaki terbaik yang pernah saya rasakan. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)