4
3
0
Nomor Telepon.
(021) 6281034
Jam Buka
Mon - Sun 17:00 - 23:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Ulasan (7)
Level4 2015-08-31
124 Lihat
Finally kesampean juga nyobain kedai bakmi terkenal di daerah mangga besar ini. Setelah sekian lama denger dari temen-temen dan saudara yang pernah makan disini yang bilang kalau bakmi disini itu enak dan bikin nagih gw akhirnya baru sekarang nih kesampean buat nyobain sendiri bakmi yong yam ini. Lokasinya ada disebelah hotel 88, tempatnya memang kecil tapi didepannya ada tulisan bakmi yong yam yang cukup jelas kok jadi kalo jalannya pelan-pelan pasti ga akan kelewatan, apalagi bakmi ini udah ada dan udah terkenal sejak lama jadi pasti udah banyak yang tau. Gw sendiri sebenernya baru sekarang nyobain bukan karna apa-apa tapi karna selama ini ga pernah inget dan ga kepikiran buat dateng kesini padahal gw pengen hahaha tapi akhirnya rasa penasaran gw sebentar lagi akan terjawab karna gw akhirnya datang juga kesini bareng temen gw.Pas dateng kesini gw pesan bakmi yong yam seharga 26rb. Yang unik disini adalah toppingnya itu ada udang rebus, udang giling, pangsit goreng, dan yang paling unik adalah ada ayam kecap yang dibuat seperti teriyaki gitu, jarang ada dan bahkan ga pernah gw temuin sebelumnya nih di bakmi manapun. Selain itu juga disini menggunakan piring yang berbentuk daun berwarna hijau jadi semakin unik dan menarik ya hehe.. Untuk rasanya, liat dari gambar aja gw udah ngiler dan tau kalo bakmi ini enak dan ternyata emang beneran enak loh. Tekstur mienya itu garing dan rasanya gurih, trus topping chicken teriyakinya juga enak empuk dan manis, selain itu juga ada udang rebusnya yang bikin sensasinya beda ditambah lagi dengan pangsit goreng bikin makan jadi makin meriah karna kriuk-kriuknya, puas dan akan balik lagi gw pastinya kesini. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2015-06-05
68 Lihat
Warung bakmi ini merupakan bakmi Singkawang yang sudah cukup lama dari spanduknya sudah ada sejak 1928, sudah hampir satu abad merupakan bakmi yang menjadi legend kalau gitu, tempatnya pas disebrang rumah sakit Husada Mangga Besar, tempatnya cukup mungil berupa toko yang cukup bersih, ruang makannya didalam ruangan ac yang cukup sejuk, pelayanan juga sangat cepat. unyuk dapurnya berada di depan toko .Bakmi Yong yam ini bakmi seperti bakmi keriting, mie nya cukup garing dan memakai minyak wijen yang sangat harum, untuk topingnya kita dapat memesan mau yang isi ayam atau babisemua porsi nya ditambah dengan udang rebus dan sayur toge.kalau babi menggunakan daging babi cincang kecap dan daging yyang direbus, rasanya memang ada perpaduan antara manis dan asin dengan sambel dan acar rawitnya jadi tambah enak.Sedangkan aymnya menggunakan ayam kampung rebus yang dipotong panjang panjang , ayamnya enak , selain itu kita dapat memili bakso sapi, bakso ikan dan pangsit rebus sebagai side dish nya,saran saya swekiau nya sangat enak.Menurut saya ini memang salah satu mie yang enak, selain penampilan nya yang cukup unik mie nya juga dipadukan dengan side dish yang lezat. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level1 2015-02-15
97 Lihat
dari bakmi yang ada di mangga besar, emang yong yam rekomended.. pertama dateng emang udah jatuh cinta sama bakmi ini.. trus kedua kali dateng ternyata ada menu baru.. bakso goreng, yang ternyata enak jugaaa.. baksonya itu padet.. yummy bgt.. aku sama pacarku suka banget sama bakmi ini.. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level3 2014-10-20
132 Lihat
Mumpung sedang jalan-jalan ke daerah Mangga Besar, tidak saya lewatkan kesempatan menyambangi sebuah restoran bakmi legendaris yaitu Bakmi Yong Yam yang sudah ada sejak tahun 1928. Wow, it must be a legend!Terletak di tepi jalan Mangga Besar Raya yang selalu ramai, gampang-gampang susah menemukan restoran ini. Untuk patokan mudahnya, Bakmi Yong Yam terletak di seberang RS Husada, namun kita harus sedikit cermat untuk menemukan papan nama resto yang tergolong kecil di antara jajaran ruko, hotel, dan kantor di sepanjang jalan. Papan nama yang tidak besar itu masih sedikit "tersamarkan" oleh daun dari pohon rindang tepat di depan resto, namun pohon itu berjasa memberi keteduhan saat kita akan memasuki resto.Dari gerbang depan kita akan melewati area open kitchen alias dapur tempat mie diracik. Jika mau, pengunjung bisa menyaksikan langsung saat bakmi pesanannya disiapkan, namun tempatnya memang sempit karena lebar keseluruhan resto hanya sekitar 3 meter saja. Memasuki ruang makan sedikit lebih nyaman dengan adanya pendingin ruangan, tetapi jika resto penuh maka dinginnya tidak akan terlalu terasa lagi. Bentuk ruangan resto yang memanjang ke belakang kira-kira dapat menampung 35-40 orang saja, dan pada jam makan siang biasanya akan penuh dengan pengunjung. Tampilan resto sederhana dengan dinding, langit-langit, dan lantai berwarna putih serta meja kursi makan berbahan plastik. Satu poster besar berisi foto dan nama menu terpasang di salah satu sisi dinding membuat customer lebih mudah memilih menu, tentunya sangat efektif di saat resto sedang ramai.Pelayanan tergolong memuaskan karena para waitress semuanya ramah dan sigap, terlihat sudah terbiasa menghadapi banyak customer pada jam-jam restoran ramai. Makanan dan minuman terhidang cukup cepat meskipun saat itu kami datang dalam jumlah cukup banyak. Dalam hal kebersihan, meskipun Bakmi Yong Yam menyebut dirinya sebagai warung, namun kebersihannya terjaga baik. Setidaknya para waitress dengan cekatan membersihkan meja kotor agar bisa segera ditempati oleh customer berikutnya.Menu yang tersedia tidak terlalu banyak, terutama bakmi dengan berbagai variasi dikombinasikan dengan bakso dan pangsit. Selain bakmi keriting, tersedia pula pilihan bihun, kwetiaw, dan lochupan. Dikarenakan kami datang beramai-ramai, agar penyajiannya cepat kami pun memilih Bakmi Yong Yam yang menjadi menu spesial/khas di sini. Bakmi Yong Yam sendiri ada 3 jenis, yaitu Bakmi Yong Yam Biasa, Special, dan Jumbo. Apa bedanya? Setelah kami tanyakan ke waitress, Yong Yam Jumbo baik topping dan mie-nya lebih banyak dari Yong Yam Biasa, sedangkan Yong Yam Special hanya toppingnya saja yang lebih banyak. Semuanya enak, tinggal disesuaikan saja dengan selera dan keinginan kita. Nah, pilih yang mana ya?Bakmi Yong Yam Spesial Babi (IDR 22k)Bakmi ala Singkawang ini terdiri dari mie keriting, sawi hijau dan tauge rebus, udang rebus, potongan daging ayam masak kecap, pangsit isi, dan daging babi cincang. Kuah kaldu disajikan terpisah dalam mangkuk kecil. Bakmi keriting di sini lebih halus teksturnya dan tidak sekenyal bakmi keriting pada umumnya, dan saya justru lebih suka yang seperti ini. Bakminya sudah diaduk dengan minyak berbumbu sehingga tidak hambar, namun tidak sampai terlalu berminyak juga. Udang hanya direbus tanpa bumbu, namun terlihat segar dengan warna yang cantik dan tekstur firm karena dimasak pada tingkat kematangan tepat. Daging ayam dicincang kasar dan dimasak dengan kecap sehingga warnanya coklat dan rasanya dominan manis. Pangsit isi disajikan kering bersama mie, namun jika suka bisa dicelupkan ke kuah saat masih panas sehingga menjadi seperti pangsit rebus. Topping paling khas yang membedakan dari bakmi babi di tempat lain adalah daging babi cincang yang sudah dibumbui dan dikukus menjadi satu adonan besar, lalu disajikan dalam potongan-potongan tipis. Dagingnya empuk dan tidak terlalu banyak bagian berlemak, serta bumbunya tidak terlalu menonjol dengan rasa asin yang samar, menjadikan topping ini pas melengkapi keseluruhan rasa bakmi jika dimakan semuanya sekaligus.Bakmi Yong Yam Special memang paling pas untuk orang yang "kapasitas" perutnya tidak terlalu besar seperti saya. Puas dengan topping yang lebih banyak, namun tidak sampai kekenyangan karena porsi mie yang terlalu besar. Jika dinilai dari harganya, IDR 22k untuk mie berisi daging ayam, babi, dan udang rasanya sangat sesuai dan terjangkau. Bakmi Yong Yam Spesial Ayam (IDR 22k)Bagi yang tidak makan daging babi, jangan khawatir karena bisa memesan Bakmi Yong Yam yang sama, hanya special request tanpa topping daging babi dan tanpa pangsit yang rupanya berisi daging babi. Sebagai gantinya akan ditambah udang dan potongan ayamnya sedikit lebih banyak. Dengan komposisi yang sama, rasanya pun tidak jauh berbeda dengan bakmi babi, sama-sama enak!Es Jeruk Sonkit (IDR 5k)Minuman khas yang selalu ada di restoran ala Kalimantan ini tak boleh dilewatkan. Rasa asam dan aroma jeruk sonkit ini khas sehingga terasa berbeda dari jeruk lainnya. Es jeruk sonkit di sini warnanya kuning pucat memang kurang menarik kelihatannya, namun rasa asam manisnya balance, dan pastinya segar dinikmati pada tengah hari yang super panas saat itu. Penambahan es batunya juga tidak berlebihan sehingga rasanya masih tetap enak (tidak menjadi hambar seperti tinggal air putih saja) sampai terakhir saat minuman habis. Satu gelas es jeruk sonkit porsinya menurut saya pas untuk satu orang (kecuali kalau sedang sangat kehausan) dan harganya tergolong sangat terjangkau dan sesuai.Saya dan teman-teman puas makan di Bakmi Yong Yam. Rasa makanan yang enak, pelayanan baik dan cepat, serta harga yang terjangkau pastinya membuat kami ingin kembali lagi menikmati bakmi ala Singkawang nan legendaris ini.  Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level3 2014-05-16
94 Lihat
Come here in the morning, I found it less crowd than in lunch time. Usually this small restaurant are packed during lunchy. Ordered the Jumbo Special Noodle, and was not dissapoint with what came to my table. The pork wasnt like regular minced pork in other Bakmie place. This one is made in slices, and steamed until it became like a pork sheet. The sweet savory chicken, and the nicely boiled shrimp adds the perfection to the menu. The noodles are soft and not to chewy, like other Kalimantan style noodles.The pangsit ( dumpling ) come with the noodle also have a nice filling and soft wrapper. Very recommended, for you who crave old time delicacies ... Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)