20
5
0
Level4
2012-01-11 43 Lihat
Hai Openricers!Tidak lengkap rasanya jika jalan-jalan ke luar kota tanpa membawa pulang oleh-oleh khas dari kota tersebut. Waktu saya jalan-jalan ke Semarang, saat mau kembali ke Jakarta, saya menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah toko oleh-oleh khas Semarang. Di sepanjang jalan Pandanaran, Semarang berjejer toko oleh-oleh yang menawarkan makanan khas Semarang. Yang paling terkenal apalagi kalau bukan Bandeng Juwana. Di sepanjang jalan ini banyak toko yang bertuliskan Bandeng Juwana. Tapi men
Baca Ulasan Lengkap
Hai Openricers!

Tidak lengkap rasanya jika jalan-jalan ke luar kota tanpa membawa pulang oleh-oleh khas dari kota tersebut. Waktu saya jalan-jalan ke Semarang, saat mau kembali ke Jakarta, saya menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah toko oleh-oleh khas Semarang. Di sepanjang jalan Pandanaran, Semarang berjejer toko oleh-oleh yang menawarkan makanan khas Semarang. Yang paling terkenal apalagi kalau bukan Bandeng Juwana.

Di sepanjang jalan ini banyak toko yang bertuliskan Bandeng Juwana. Tapi menurut info yang saya lihat di tayangan televisi, toko yang menjual bandeng paling enak adalah toko yang bernama Bandeng Juwana Erlina. Entah kenapa toko yang satu ini paling ramai dikunjungi padahal di sekitar situ banyak juga yang menjual bandeng asap. Waktu saya ke situ, dari luar saya sudah bisa merasakan suasananya yang ramai. Ternyata benar, begitu masuk ke dalam, pengunjungnya sudah ramai sekali, jadi pusing sendiri....Di sana terlihat orang mengantri untuk membeli.

Interior toko ini sangat meriah. Begitu kita masuk, kita bisa melihat papan yang berjejer yang bertuliskan semua menu bandeng dengan rincian berat dan harganya. Di samping kiri toko terdapat kursi-kursi yang disediakan untuk para pengunjung yang ingin memakan langsung oleh-oleh di tempat. Di dinding toko terdapat bingkai-bingkai foto dari tandatangan para artis yang sudah pernah berkujung ke sini. Penempatan makanannya tersebar hampir di seluruh sudut toko. Di belakang toko terdapat dapur tempat produksi bandengnya.

Di musim liburan seperti ini toko ini memang ramai dikunjungi oleh orang-orang yang rata-rata dari luar Semarang yang ingin membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang. Makanan yang ditawarkan di toko ini antara lain bandeng asap, bandeng presto, bandeng duri lunak, mochi khas Semarang, wingko babat, bakpia khas Semarang, aneka kue bolu dan masih banyak lagi.

Yang unik, khusus untuk pengunjung yang ingin membeli bandeng asap harus mengantri cukup lama. Kita akan dipimpin oleh beberapa SPG yang memegang bendera sebagai tanda aba-aba. Kita akan mendapatkan nomor antrian dan begitu nomor kita disebut baru bisa membayarnya ke kasir sesuai dengan warna bendera yang dipegang SPG tadi dan baru baru bisa mendapatkan bandengnya. Cukup menyenangkan melihatnya. Seisi toko menjadi ramai dengan suara kasir yang meneriakan nomor antrian pengunjung.

Karena saya tidak suka dengan ikan bandeng, saya memilih untuk membeli mochi khas Semarang saja. Saya membeli mochi yang berisi kacang dan dilapisi dengan wijen di luarnya. Tadinya sempat ingin membeli wingko babat, tahunya sudah ludes. Maklum saja saat itu saya datang ke situ sudah agak malam, jadinya sudah banyak yang habis. Akhirnya beli wingko babatnya di luar toko, yang dijual di gerobak.

Harga makanan di tempat ini terbilang cukup mahal. Mochi yang saya beli dihargai Rp 25.000 isi 10 biji. Untuk harga bandengnya beragam, sesuai dengan jenis dan ukurannya.

Semua makanan di sini terbilang cukup fresh karena masa expirednya yang tidak terlalu lama dari tanggal kita membelinya, hanya sekitar 3 hari.

So, jika jalan-jalan ke Semarang, jangan lupa untuk mampir ke sini ya
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Makanan Rekomendasi
  • bandeng asap