1
0
0
Level4
2013-02-12 146 Lihat
Masih ingat sama jajanan masa kecil dulu, sagu yang di colok pakai lidi kemudian dicocol saus atau disebut cilok? Mungkin masih ada yang ingat. Nah, kali ini saya menelusuri salah satu sudut kota Bandung untuk mencicipi cilok yang lain daripada yang sudah beredar di pasaran. Kalau biasanya cilok itu berupa bakso rebus atau sagu rebus yang dibentuk bulat dan dicolok, di warung yang satu ini punya gebrakan baru berupa cilok goreng. Ya, tidak salah lagi sagu-nya itu digoreng dan uniknya dicocolnya
Baca Ulasan Lengkap
Masih ingat sama jajanan masa kecil dulu, sagu yang di colok pakai lidi kemudian dicocol saus atau disebut cilok? Mungkin masih ada yang ingat. Nah, kali ini saya menelusuri salah satu sudut kota Bandung untuk mencicipi cilok yang lain daripada yang sudah beredar di pasaran. Kalau biasanya cilok itu berupa bakso rebus atau sagu rebus yang dibentuk bulat dan dicolok, di warung yang satu ini punya gebrakan baru berupa cilok goreng. Ya, tidak salah lagi sagu-nya itu digoreng dan uniknya dicocolnya dengan sambal kacang bukan saus sambal.
17 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
17 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Sebut saja Kang Jeje, si pemilik Cilok Mamang yang berlokasi di daerah Jalan Saparua, depan GOR Saparua, Bandung atau jajaran RS Halmahera Jl. Riau ini baru merintis usaha kecilnya ini sekitar sebulan yang lalu. Warung kecil ini memang benar-benar kecil, hanya sebuah bilik bambu kecil yang di depannya terdapat kursi-kursi plastik untuk pengunjung yang ingin makan di tempat. Didalamnya pun terlihat hanya ada satu penggorengan dan alat kukusan, jadi pengunjung harus bersabar menunggu cilok-nya selesai digoreng karena penggorengannya memang cuma satu. Warung rintisan ini awalnya memang usaha Kang Jeje untuk memasarkan yoghurt handmade-nya, Mimi Yoghurt, setelah sukses makin banyaklah partner yang mengajaknya bekerja sama salah satunya cilok goreng ini. Jadilah Kang Jeje memutuskan mendirikan Cilok Mamang sebagai wadah promosi aneka kuliner handmade hasil karya entrepreneur muda Bandung. Sebut saja Ceciwawa Dessert, Kripik Maicih, Kripik SiJudes, Almon Bakar, Pancake Durian @Cemen_pancake dan Tiramisu @mimiTsu yang bergabung dengan Kang Jeje di Cilok Mamang.

Saya berkesempatan mencicipi jualan utama disini Cilok Goreng (12.5K). Cilok Goreng disini dijual dalam dua porsi, satu porsi (25 pcs) dan setengah porsi (12-13 pcs @ 7K) dengan harga yang sangat murah. Satu porsinya berisi 25 cilok goreng. Penyajiannya pun di sebuah piring bukan dengan plastik kecil kayak di pinggir jalan. Bagi saya, tekstur cilok gorenya sendiri empuk, legit dan lembut banget! Sagunya itu tidak terasa seperti sagu belum matang seperti yang sering saya jumpai di pinggir jalan. Ditambah dengan cocolan sambal kacang yang gurih dan tidak terlalu pedas, makan cilok kali ini rasanya beda sekali. Juara!
19 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Sementara Cilok Kukus -nya(12.5K) juga beda, karena di dalamnya disisipkan potongan daging cincang. Teksturnya pun lembut dan mudah dikunyah. Rasa dagingnya pun terasa seperti potongan kornet dan berpadu dengan pas bersama rasa ciloknya yang sedikit hambar. Cocol pake sambal kacangnya, makin mantab! Makin suka deh makan cilok kalau begini!
16 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Selain cilok, saya mencicipi aneka dessertnya salah satunya Mimi Yoghurt Strawberry ukuran sedang (7.5K). Disini Mimi Yoghurt tersedia dalam ukuran sedang dan kecil. Yoghurtnya mengunakan wadah yang lumayan besar jadi bisa untuk sharing. Teksturnya tidak terlalu pekat juga tidak terlalu encer. Asamnya juga pas dan segar strawberry-nya sangat terasa.
12 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Tiramisu Mimisu (13K) juga nggak kalah juara, apalagi dimakan dalam keadaan beku, seperti makan es krim tiramisu deh! Rasa kopinya juga nggak terlalu pahit cenderung manis dan terasa aroma dan rasa vanilla yang juga pekat. Cocok banget buat cemilan setelah makan sambal cilok yang cukup pedas.
19 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Harga cemilan disini sangat terjangkau, hanya merogoh kocek sekitar Rp7.000-12.000 kita sudah bisa mencicipi cilok goreng atau kukus. Sementara untuk makanan lain berkisar antara Rp10.000-30.000, yang paling mahal adalah Ceciwawa sebuah dessert baru, semacam modifikasi es krim, cake, dan cream gitu seharga 30.000 namun disjaikan dalam setoples kaca kecil. Minuman seperti yoghurt dapat dinikmati seharga Rp4.000-7.500 saja. Untuk aneka kerpiki Maicih dijual dengan harga pabrik asli berkisar 15-18K. Jadi, kalau mau cari sensasi nyemil yang beda di Bandung, silahkan mampir ke Warung Mamang, dijamin Kang Jeje menyambut dengan senyum ramah dan cerita-ceritanya.
13 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2013-01-25
Pembelanjaan per orang
Rp10000 (Makan Larut Malam)
Makanan Rekomendasi
  • Cilok goreng