2
2
0
Level4
140
0
2013-05-10 22 Lihat
Malam ketika saya merasa lapar, saya memutuskan untuk mencoba makanan di Warung Bu Broto, di jalan Indraloka yang dekat rumah saya. Karena kebetulan papa saya ada di luar, kami titip deh pesan makanan di sana. Saya belum pernah coba ya, tapi setiap hari lewat sih di depan restonya.Pas di perempatan jalan indraloka yang selalu ramaii & macet Di seberang depannya ada beberapa warung yang lebih sederhana, di seberang kanan ada alfamart, samping kanan tempat bimbingan belajar anak SD & samping kiri
Baca Ulasan Lengkap
Malam ketika saya merasa lapar, saya memutuskan untuk mencoba makanan di Warung Bu Broto, di jalan Indraloka yang dekat rumah saya. Karena kebetulan papa saya ada di luar, kami titip deh pesan makanan di sana. Saya belum pernah coba ya, tapi setiap hari lewat sih di depan restonya.

Pas di perempatan jalan indraloka yang selalu ramaii & macet
Di seberang depannya ada beberapa warung yang lebih sederhana, di seberang kanan ada alfamart, samping kanan tempat bimbingan belajar anak SD & samping kirinya ruko konveksi. Di belakangnya adalah jalan swadaya, yaitu komplek perumahan. Ga jauh dari situ juga ada sekolahan Pelita Hati Kudus ya, jadi uda kebayang kan siapa konsumennya hehehe.

Kelihatan cukup modern lah resto ini, dengan bangunan gaya minimalis. Fasad depannya batu-batu alam dengan banyak jendela kaca. Cukup menyolok ya di area sini, karena kebanyakan cuma ruko-ruko & warung aja. Menu-menu makanannya juga dibuat poster di depan restonya, jadi kita tahu deh mana yang murah hehehe
Ada macam-macam masakan ala jawa ya, khususnya pecel ayam & ikan.

Selalu ramai
makanya saya belum ada kesempatan buat makan di sana. Habis tempat parkirnya sempitt, cuma bisa untuk motor aja
Mobil paling 1 aja uda ga muat lagi deh.. Kayanya resto ini lebih menyasar pejalan kaki dari sekitarnya deh. Dilihat dari luar sih sempit ya ruangannya, cuma bentuk persegi panjang. Meja kursinya ditata 1 baris merapat ke tembok dgn konter kasir di dekat pintu masuk. Saya belum pernah masuk, tapi karena banyak kaca jadi kita selalu bisa melihat kedalam


Untuk dapur dulunya tertutup, tapi sekarang semi terbuka ya dapurnya, pas di didepan perempatan jalan. Jadi klo kita lewat jalan kaki selalu tercium deh wangi masakannya. Apalgi klo bakarannya dikipas-kipas hahahaha. Tapi saya agak kurang suka ya, selain mengganggu pemandangan juga terbuka gitu jadi kesannya kurang higienis. Jalanan ramai kan banyak debu & asap, nempel ke makanannya ga ya


Di posternya yang paling menarik adalah gado-gado 10rb, jadi papa saya membeli gado-gado
Karena take away makanannya dibungkus dengan kotak sterofoam berukuran sedang yang ada logo Warung Bu Brotonya. Sederhana ya, cuma ada gambar, tagline & keterangan 'Bisa Delivery' dengan no telp yang bisa dihubungi. Ketika saya buka, porsinya ga begitu banyak ya. Sayurnya berupa kacang panjang, toge, kol, sayur kangkung (wah saya mulai lupa nih..) bumbu kacangnya dibungkus plastik lagi. Sayurnya hanya direbus aja, cukup fresh kok. Yang bikin enak sih bumbu kacangnya ya, cukup gurih & agak pedas. Kayanya sih dicampur dengan terasi, tapi justru jadi bikin enak
Kami sharing berdua & ditambah nasi, ya cukup jugalah.

Kesimpulan:
Untuk pilihan gado-gado di daerah jelambar, boleh deh dicoba Warung Bu Broto
Untuk menu goreng & bakarnya mungkin lebih enak ya, saya belum coba sih hehehe
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2013-05-04
Pembelanjaan per orang
Rp5000