7
0
1
Level4
2013-12-22 129 Lihat
Sebagai penyuka makanan Jepang, rasanya saya udah lama nggak makan Hoka-Hoka Bento atau yang suka disingkat HokBen. Bukan karena di Bandung nggak ada, tapi duit saya rasanya nggak sanggup makan itu. Paling banter warteg atau pecel ayam, hehehe. Makanya, ketika saya balik ke Jakarta dan abis belanja bareng bokap-nyokap, saya langsung “todong” mereka untuk membelikan HokBen. Kebetulan, keduanya juga doyan makan di sini. Kloplah yaaa… Pelayanan HokBen di mana-mana sih sama. Kita dipersilakan datang
Baca Ulasan Lengkap
Sebagai penyuka makanan Jepang, rasanya saya udah lama nggak makan Hoka-Hoka Bento atau yang suka disingkat HokBen. Bukan karena di Bandung nggak ada, tapi duit saya rasanya nggak sanggup makan itu. Paling banter warteg atau pecel ayam, hehehe. Makanya, ketika saya balik ke Jakarta dan abis belanja bareng bokap-nyokap, saya langsung “todong” mereka untuk membelikan HokBen. Kebetulan, keduanya juga doyan makan di sini. Kloplah yaaa…


Pelayanan HokBen di mana-mana sih sama. Kita dipersilakan datang ke counter, mengambil nampan, dan menyebutkan paket yang kita inginkan. Nantinya, si pelayan akan mengambil makanan dari display kaca yang ada di depan kita sehingga kita bisa melihat berbagai pilihan yang ada, seperti gorengan, tumis, sup, puding, hingga jus. Setelah tidak ada lagi yang ingin kita pesan, kita tinggal bergeser ke kasir dan bayar.

Kalau pelayanannya nggak berubah, lain lagi sama menunya. Dulu, HokBen menyediakan beberapa paket, dimulai dari yang paling murah yaitu Paket Hemat, terus ada Paket Komplit, dan akhirnya paket yang paling mahal. Sekarang, mereka hanya membaginya menjadi tiga paket, yaitu Paket Hemat, Paket Favorit, dan Paket Premium. Masing-masing paket diberi tambahan ocha gratis, cuma untuk lauknya tentu ada perbedaan. Hanya gorengan untuk hemat, tumisan ayam untuk Favorit, dan tumisan daging untuk Premium. Harganya pun bisa dibilang melonjak karena untuk Favorit dikenakan harga Rp44.000, sementara Premium Rp54.000

Sayangnya, harga mahal ini tidak diimbangi dengan kuantitas dan kualitas. Dari segi kualitas, rasanya ya standar aja. Nggak nambah jadi enak banget. Pokoknya rasa makanannya serupa sama rasa makanan HokBen dulu. Dari segi kuantitas, bisa dibilang tampilan yang baru ini sangat menurun. Perubahan wadah makanannya sendiri menurut saya juga berpengaruh. Kalau biasanya mereka menggunakan piring untuk meletakkan tumisan dan salad plus mangkuk kecil untuk gorengan. Kini, semuanya dijajarkan di semacam tatakan berbentuk persegi panjang, sementara salad diletakkan di dalam mangkuk es krim. Tapi, karena tempatnya inilah tumisannya jadi berkurang kuantitasnya. Apalagi nasinya yang terasa sekali dikurangi setengah dari porsi yang biasa mereka sajikan. Emang sih dapat tambahan sup dan juga ocha, tapi porsi dan harganya masih tetap nggak sebanding.

Harus saya katakan bahwa inovasi yang dilakukan oleh HokBen terasa mengecewakan karena bukannya memanjakan konsumen, tapi malah menguras kantong tanpa ada penambahan dari segi kualitas maupun kuantitas.
17 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
12 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2013-12-08