1
1
0
Level2
22
0
Waroeng Mee, tempat kuliner enak di Jakarta Yang terlintas di pikiran saya saat pertamakali mendengar nama “Waroeng Mee”adalah semacam tempat nongkrong Jakarta yangmenu makanannya didominasi oleh mie. Ternyata tebakan saya cukup meleset.Memang sih, banyak inovasi menu di sini yang terbuat dari bahan dasar indomie.Namun, menunya ngga hanya mie. Banyak sekali menu-menu selain mie mulai dari cemilandan kue yang ringan-ringan hingga menu yang bikin kenyang.WaroengMee berlokasi di Jalan Blora No.36,
Baca Ulasan Lengkap
6 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Waroeng Mee, tempat kuliner enak di Jakarta

Yang terlintas di pikiran saya saat pertama
kali mendengar nama “Waroeng Mee”
adalah semacam tempat nongkrong Jakarta yang
menu makanannya didominasi oleh mie. Ternyata tebakan saya cukup meleset.
Memang sih, banyak inovasi menu di sini yang terbuat dari bahan dasar indomie.
Namun, menunya ngga hanya mie. Banyak sekali menu-menu selain mie mulai dari cemilan
dan kue yang ringan-ringan hingga menu yang bikin kenyang.
2 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Waroeng
Mee berlokasi di Jalan Blora No.36, Jakarta Pusat. Hanya berjarak beberapa meter dari Stasiun
Sudirman. Review mengenai tempat makan ini udah tersedia di aplikasi panduan kuliner yang bisa diunduh oleh pemilik Smartphone. Menurut saya, pemilihan lokasi yang strategis ini dapat menjadi magnet
bagi pengunjung yang cari makanan, penumpang kereta api yang pengen makan
sepulang melakukan aktivitas hingga mereka yang demen nongkrong.
4 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Konsep
yang Asyik dan Kekinian

Pada hari Sabtu, 5 September kemarin saya
berkesempatan untuk kuliner di Waroeng Mee sekaligus berjumpa dengan pemiliknya dalam talkshow "Nongkrong Asyik Kekinian Bareng Blogger" . Dalam talkshow ini ada bincang-bincang bisnis asyik kuliner dengan Mas Hendy Setiono, Mbak Nilam Sari dan Mas Okto Melandana (Emergenetics Bussiness Coach) .
4 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Lihat dindingnya...full art, full colour

“Full R&B !” itu kesan yang saya tangkap
saat mata saya menyapu ke segala penjuru ruangan.

Dindingnya full art.

Bisa pilih makan di arena outdoor maupun indoor.

Nyantai, nggak berkesan formal.

Pramusaji yang rame dan ramah...iya ,
rame...terbukti saat saya melangkah masuk langsung disambut:

“Selamat dataaaangg. Mari kakaaakkk...silahkannnnn!!”
3 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
welcome to Waroeng Mee
17 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Salah satu tulisan yang dipajang di dinding Waroeng Mee , hahaha

Terus kenapa diberi nama “Waroeng Mee” ?
Pemiliknya yang juga pasangan suami istri, yaitu Mas Hendy dan Mbak Nilam menjelaskan bahwa mereka ingin melebarkan
sayap dengan mendirikan tempat makan berkonsep makanan ringan-ringan kenyang,
menarik, unik dengan paduan desain R&B yang berjiwa muda. Bukan rahasia
lagi donk, kalo indomie sangat lekat dengan jiwa masyarakat Indonesia termasuk
saya. Hehehe. Dipilihlah mie sebagai salah satu menu andalan oleh founder Baba Rafi Enterprises ini.
Namun, seiring perkembangan Waroeng Mee yang baru berdiri 3 bulan ini juga
mengusung aneka menu lainnya.
2 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Talkshow "Nongkrong Asyik Kekinian"

Wah, Mba Nilam dan Mas Hendy emang kreatif
deh idenya. Semua diawali saat Mas Hendy mulai berkecimpung mendirikan bisnis
kuliner “Kebab Baba Rafi” usai menamatkan 2 tahun pendidikannya di Timur
Tengah. Memulai bisnis kuliner dari nol, Mba Nilam yang arek Suroboyo ini menuturkan bahwa pertama kali jualan makanan dia
hanya pakai daster dengan pedenya.

Karena cita rasa yang cocok di lidah orang
Indonesia, nama Kebab Baba Rafi perlahan semakin dikenal dan makin banyak orang
yang tertarik bergabung untuk kerjasama dalam bentuk franchise.

“Sing penting kuwi percaya diri walaupun
modal awal jualan pake gerobak kebab!” tutur wanita yang ceria ini.

Kegigihan mereka terbukti dengan lahirnya
Waroeng Mee sebagai perluasan bisnis kuliner enak di Jakarta.

Menu
dan Jajanan yang Asyik Serta Kekinian

Selain konsep yang nge-hits, menu yang
ditawarkan Waroeng Mee sebagai tempat nongkrong asyik di Jakarta Pusat, juga kekinian. Udah gitu, nama menunya lucu-lucu lagi.Berikut ini saya sharing beberapa menunya, kebetulan nyicipin bareng-bareng ama kawan-kawan blogger lainnya. Kalo semua porsi diabisin bisa meledak ni perut! Hihi
46 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Daftar menunya. Klik foto untuk melihat foto dalam ukuran besar
42 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Klik foto untuk melihat foto dalam ukuran besar


Untuk menu serba-serbi menu indomee, olahan
indomie diracik sedemikian kreatif. Bisa
pilih topping lagi!

Ada Mee Abang Bersalju! Menu ini menggunakan
indomee berkuah saus keju, ayam bumbu panggang disuwir serta telur mata sapi.
Weleh-weleh...baru tau deh kalo indomee bisa divariasikan dengan racikan kuah
saus keju. Unik ya! Rasa kejunya ngga terlalu kuat sehingga ngga bikin eneg.
14 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Mee Abang Bersalju (28 K)

Ada juga Mee Eggy Village, perpaduan mie kuah
saus telur asin, ditambah pangsit item dan telur rebus. Lucu yach pangsitnya
warna item.
5 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Mee Eggy Village (22 K)

Menu-menu indomee yang variatif bikin saya
sejenak bernostalgia dengan indomie yang selalu bikin kangen. Sejak TK, saya udah
kenal sama Indomie. Apalagi waktu aku jaman kuliahan dan jadi anak kost, makin
akrab kencan sama indomie di angkringan dan warung burjo samping kost. Eh
ternyata walaupun aku udah kerja, tetep aja rasa sayang ama Indomie tetap tak
tergantikan. Dan sekarang ada Waroeng
Mee, menggoda dengan variasi racikan
Indomee-nya yang nendang. ENDAAAANGGG BAMBANGGGG >.<

Selain menu “Indomee”, saya juga icip-icip
menu lainnya lho! Seperti....

Kue
Cubit Campur-Campur, dengan cita rasa red velvet, bubble gum dan
green tea. Sekali cubit, rasa manisnya siap menggoyang lidah.
17 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Kue Cubit Campur-Campur (25 K)

Ada juga Roti
Bakar WarMee, dengan ovomaltine, ‘topping’ biskuit Oreo dan Marshmallow atasnya.
11 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Roti Bakar Warmee (35 K)

Kebab
Baba Rafi juga menjadi menu andalan di Waroeng Mee. Kalo menu yang
satu ini udah ngga asing di lidah saya. Paduan bumbunya ngga terlalu terasa
seperti makanan khas Timur Tengah. Campuran tortilla, daging kebab, sayuran, baluran saus dan mayonese-nya berpadu jadi satu sesuai dengan selera lokal Indonesia.
7 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Kebab Baba Rafi (19 K)

Ada juga menu Submarine Long Bread , terdiri dari komposisi roti panjang, smoked
beef, keju, sayuran, mayonese, saus cabe dan saus tomat. Kalo roti yang satu
ini lebih afdol buat digado bareng-bareng deh.
18 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Submarine Long Bread (60 K)

Burger
Baba Rafi juga seru buat dijadiin menu cemilan. Ada potongan
daging sapi dan keju di dalamnya. Cukup saya tambahin saus deh.
6 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Burger Baba Rafi (19 K)

Waroeng Mee juga menawarkan Nasi Rising Ribs untuk menu berat. Menu
nasi putih dengan lauk kikil, iga cabe ijo plus telur mata sapi.
21 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Nasi Rising Ribs (38 K)

Ada pula Nasi Kader dengan daging kambing cabe ijo plus telur mata sapi di dalam porsinya. Hmm...telur mata sapi memang jadi salah satu andalan disini
)
16 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Nasi Kader (27 K)

Ngga lama kemudian, Nasi Dark Sausage telah terhidang di depan saya. Komponennya
terdiri dari nasi putih, sosis lada hitam dan telur mata sapi. Kuah lada
hitamnya kurang banyak. Ini ditowel-towel pake sosis eh ngga terasa udah abis
aja kuahnya hehehe....
11 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Nasi Dark Sausage (20 K)

Untuk minuman yang ditawarkan juga ngga kalah
meriah. Minuman dingin disajikan dalam gelas yang bentuknya lain dari yang
lain.

Salah satunya adalah Bubble Gum Milk, minuman berwarna biru yang disajikan dingin dengan
taburan marsmallow. Manisnya pas,engga terlalu manis. Selain itu juga 100%
halal lho!
5 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Bubble Gum Milk (20K)

Masih ada beberapa variasi minuman lainnya
yang oke, seperti:

16 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Saya juga pulang membawa bungkusan cemilan berupa
Cireng, Churoz dan kripik Si Baba. Cireng itu semacam cemilan yang digoreng , terbuat
dari campuran tepung kanji. Kalo Churoz beda-beda tipis sama roti goreng lah,
terbuat dari bahan dasar tepung terigu dan sedikit manis. Untuk penyajiannya, Cireng
disajikan dengan bumbu sambal rujak sedangkan Churoz disajikan dengan taburan gula halus dan saus
coklat.
5 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Churoz (25 K)
13 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Pose bareng Mba Nilam

Selain pulang bawa cemilan, saya juga membawa ilmu mengenai gambaran bisnis kuliner. Sebab, di acara talkshow Mba Nilam dan Mas Hendy memaparkan bahwa perlu inovasi berkelanjutan untuk bisa mengembangkan bisnis ini. Termasuk trial and error menu, survei lokasi jika ingin buka cabang baru, kekuatan tim yang solid, menemukan ide kreatif agar bisa bertahan di tengah kompetitor, konsep harga yang sesuai dan tentunya pantang menyerah. Selain itu, promosi juga perlu dilakukan agar bisnis kuliner makin dikenal khalayak luas. Media sosial dipilih menjadi salah satu wadah bagi Mas Hendy dan Mba Nilam untuk mengenalkan Waroeng Mee sebagai tempat nongkrong asyik di Jakarta Pusat.

Nah, terbukti sudah kalo citarasa kuliner
lokal ngga kalah lezat dibandingkan makanan asing. Penasaran pengen nyobain
asyiknya nongkrong dengan menu kekinian? Mampir aja ke Waroeng Mee


*update*

Dapet undangan makannya...review eh menang kontes review dgn hadiah voucher makan di Waroeng Mee senilai 300 rb
)

sumber pengumuman pemenang : http://catatan-kartina.blogspot.co.id/2015/09/keseruan-nongkrong-asyik-di-waroeng-mee.html
24 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Info Lainnya: unique mie
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2015-09-05
Waktu Menunggu
15 Menit (Di Tempat)
Pembelanjaan per orang
Rp40000 (Makan Siang)
Acara
Peringatan
Promosi makan
Tasting Event
Makanan Rekomendasi
  • ok