8
2
1
Level1
1
0
2014-09-03 620 Lihat
Minggu lalu untuk pertama kalinya mencoba makan di Hanamasa. Saya dan teman ke sana siang, sekitar pukul 13.30, jadi masih lumayan sepi. Nyampe sana kami disambut sama pelayan yang ramah dan dianter ke meja yang letaknya di sebelah belakang kasir. Suasana di meja kami cukup nyaman, di sebelah kami adalah dinding kaca jadi bisa sambil ngliat-liat pengunjung Margo City yang lalu lalang. Sayangnya, di sana kurang berasa dinginnya.Sementara pelayan menyiapkan panci dan tungku untuk masak, saya seger
Baca Ulasan Lengkap
Minggu lalu untuk pertama kalinya mencoba makan di Hanamasa. Saya dan teman ke sana siang, sekitar pukul 13.30, jadi masih lumayan sepi. Nyampe sana kami disambut sama pelayan yang ramah dan dianter ke meja yang letaknya di sebelah belakang kasir. Suasana di meja kami cukup nyaman, di sebelah kami adalah dinding kaca jadi bisa sambil ngliat-liat pengunjung Margo City yang lalu lalang. Sayangnya, di sana kurang berasa dinginnya.
Sementara pelayan menyiapkan panci dan tungku untuk masak, saya segera mengambil bahan-bahan untuk Shabu-shabu, seperti daging sapi, sayuran, bakso, segala macem dimsum dan tofu. Yang pertama saya masukkan ke panci adalah daging sapi, daun bawang dan bakso, lalu menyusul dimsum dan yang terakhir adalah sayurannya. Ini untuk mengantisipasi agar sayurannya tidak terlalu overcook.
Sementara itu, teman menyiapkan dan memasak Yakinikunya. dia masak daging sapi, sosis, udang dan cumi. Sebelum dimasak, terlebih dulu bahan-bahan tadi dicelupkan ke saus yang ada wijennya (ga tau namanya saus apa) biar ada rasanya setelah matang. Yang bikin capek kalo masak Yakiniku adalah kita jadi telalu sibuk ngebolak-balik dagingnya biar ga gosong jadi ga sempet-sempet makan, hehe.
Setelah cukup lama makan, kami baru sadar kalau pelayan belum mengantarkan nasi ke meja kami. Padahal pengunjung lain yang datang setelah kami sudah mendapatkan nasi. Akhirnya sambil mengambil tambahan sayuran dan daging saya memberitahu pelayannya untuk mengantarkan nasi ke meja kami.
Jika dibandingkan dengan Hanamasa di tempat lain, bahan makanan di sini kurang banyak, kuah Shabu-shabunya juga kurang berasa kaldunya alias tawar. Harga perorangnya sekitar 139ribuan per orang (sebelum pajak). Sementara minumnya tidak termasuk ke dalam paket, jadi harus bayar lagi dan ga bisa refill. Jadilah saya pesen ocha, sementara teman saya memesan ice tea yang harganya sekitar 9 ribuan biar hemat, huhu.
Ketika kami berdua sudah merasa kekenyangan, ternyata shabu-shabunya masih tersisa cukup banyak. Karena kami merasa tidak enak, akhirnya kami memaksakan untuk menghabiskannya (walau tetep masih bersisa juga sih). Lain kali mendingan ngambil bahan-bahannya sedikit-sedikit deh. Tidak apa-apa bolak balik ngambil bahannya daripada ngambil banyak sekaligus tapi tidak habis, kan kasian makanannya...
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2014-08-30
Metode Makan
Di Tempat
Pembelanjaan per orang
Rp160000 (Makan Siang)