9
1
0
Level2
23
8
Hari ini saya kebagian jatah acara makan-makan gratis yang diselenggarakan Openrice Jakarta. Nggak tanggung-tanggung, icip-icip kulinernya juga salah satu kuliner favorit saya, yaitu kuliner dari Italia. Sekaligus mengenang masa-masa ketika saya masih kuliah di sana, uhuy ! Pokoknya, apa saja menjadi unsur kuliner negeri yang dilihat dari peta bentuknya seperti sepatu ini, saya menggemarinya, ... kecuali risotto. Yah, namanya juga bangsa Indonesia bangsa pemakan nasi, tentunya makan nasi olahan
Baca Ulasan Lengkap

Hari ini saya kebagian jatah acara makan-makan gratis yang diselenggarakan Openrice Jakarta. Nggak tanggung-tanggung, icip-icip kulinernya juga salah satu kuliner favorit saya, yaitu kuliner dari Italia. Sekaligus mengenang masa-masa ketika saya masih kuliah di sana, uhuy
! Pokoknya, apa saja menjadi unsur kuliner negeri yang dilihat dari peta bentuknya seperti sepatu ini, saya menggemarinya, ... kecuali risotto. Yah, namanya juga bangsa Indonesia bangsa pemakan nasi, tentunya makan nasi olahan a la Indonesia masih lebih sreg daripada nasi risotto olahan Italia.

Lokasi dan Interior Bangunan

Restoran penyedia masakan Italia yang saya datangi ini terletak di kawasan yang didominasi para ekspat, meskipun hari itu saya lihat cuma ada satu bule yang berkunjung, yaitu di Jalan Tarogong, tidak jauh dari Jakarta International School. Ia berada dalam satu lokasi dengan Hero Supermarket dan Starbucks, jadi tidak bakal susah mencarinya. Disain interiornya juga dibuat menyerupai dengan trattoria-nya Italia, yang menimbulkan kesan hangat karena dekorasinya dibuat seperti interior dalam rumah dengan cahaya lampu temaram, perkakas (meja, kursi) yang didominasi kayu serta taplak meja kotak-kotak merah. Ada pula poster-poster bergaya vintage yang ditempelkan di dinding-dindingnya, menambah kesan seolah-olah berada di dalam rumah tua di Italia.
19 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar


Restoran yang juga diberi nama dengan bahasa Italia ini, Delicato, artinya halus atau lembut, menurut pemiliknya sudah berdiri empat tahun yang lalu. Koki jagoan resto ini, Pak Mulyadi, dulunya pernah bekerja di kapal pesiar Italia. Makanya, saya tidak kecewa mencicipi makanan apa pun yang dihidangkannya, karena taste-nya benar-benar nyaris menyerupai taste kuliner Italia, hanya diberi sedikit modifikasi misalnya tambahan rasa garam atau pedas pada masakan-masakan tertentu.

Mari kita telaah satu-satu hidangan yang mereka sediakan untuk para tamu Openricer:

Makanan

1. Penne Gamberi Rp 48 ribu

Penne merupakan jenis pasta yang bentuknya seperti corong dan pendek. Gamberi sendiri artinya udang. Maka, di dalam hidangan ini kita temukan campuran pasta penne dengan udang, yang dicampur saus tomat, basil, dan oregano. Rasanya lumayan, sausnya pas, tidak terlalu manis dan tidak terlalu asin.

2. Tortelloni Rp 45 ribu
7 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar


Untuk pastanya sendiri dibuat secara homemade dari tepung terigu dan telur, lalu dicampur dengan daging giling. Sebagai sausnya dicampurkan tomat dengan krim. Kalau yang ini menurut saya rasanya maknyus deh, taste Italia-nya kerasa banget, entah tepung yang dipakai tepung impor atau krimnya.. pastinya sih berasa mozzarella. Itu tuh, keju pipih yang kenyal khas Italia.

3. Pizza Deluxe Rp 85 ribu
15 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar


Kalau pizza ini saya suka banget dengan kerenyahan kulitnya yang garing dan kriuk-kriuk (emangnya krupuk
). Isinya ada campuran mozzarella dan saus tomat, dengan topping daging salami, irisan pepperoni dan sosis sapi, serta potongan buah zaitun warna hitam (black olive). Taste Italia-nya juga 'kena' banget.

4. Pollo Alla Diavola Rp 85 ribu

Hidangan ini berupa daging ayam berukuran besar (mungkin ayam broiler?) yang dipanggang dengan kentang, dibumbui bubuk biji cabai kering--oleh karena itu disebut diavola yang artinya setan, maksudnya pedas--tapi untungnya pedas yang saya dapatkan pedas pas a la Italia. Artinya, kalau buat orang Indonesia tidak berasa pedas sama sekali
. Tapi saya memang tidak kuat makan makanan pedas, jadi yah pas banget, deh. Untu sayurannya, di sampingnya diletakkan mixed salad dengan saus thousand island dan saus mushroom. Ayamnya terasa empuuuuk banget, dan matang. Jadi tanpa tambahan bumbu-bumbu di luar itu sudah terasa enak sebetulnya.

5. Petto Valdostana
3 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar


Petto artinya dada ayam. Maka yang dihidangkan di sini berupa daging dada ayam namun sudah diisi daging smoked beef dan keju. Ketika dipotong, tampilannya mengingatkan saya pada masakan cordon bleu karena ada irisan keju dan daging asap itu tadi. Rasanya sih sudah oke, namun sayang rasa sausnya agak terlalu asin. Maka, untuk mengurangi rasa asin itu, saya mencampurkannya dengan mashed potato yang dihidangkan dalam satu piring. Tetapi mashed potato-nya, lembuut banget. Pas, deh.

6. Tagliata Dimanzo Rp 115rb

Nah, irisan daging manzo atau daging sapi sirloin yang dihidangkan di sini juga sama lembutnya dengan daging ayam. Campuran sausnya yaitu mushroom sauce juga pas di lidah, meskipun agak terlalu asin. Namun, untuk hidangan ini ada tambahan nasi yang dimasak dengan butter dan sebagai pelengkapnya berupa sayur-sayuran seperti jagung, wortel dan buncis. Nasi yang dipakai di sini merupakan beras Indonesia, maka itu bentuknya tidak bulat-bulat seperti risotto Italia.

7. Filletto con Gamberi

Filletto yang dimaksud adalah irisan daging sapi tenderloin lokal yang dibakar (grilled), yang sebelumnya dibumbui dengan bumbu marinade. Sebagai sausnya adalah saus zingara, dan untungnya saus yang ini tidak terlalu asin seperti dua menu sebelumnya. Tetapi dagingnya empuk banget, dan udangnya tidak sempat saya cicipi karena dihidangkan cuma satu biji
. Ternyata ada unsur kesengajaan di sini menyuguhkan daging dan seafood dalam satu hidangan karena katanya agar dapat memenuhi permintaan orang-orang yang ingin makan daging dan seafood sekaligus. Hati-hati kolesterol, yach.

8. Grilled Fish Dori
25 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Yang saya suka dari hidangan ini, selain ikan dori yang dihidangkan masih segar sehingga terasa gurih dan ditambah perasan jeruk lemon, ada juga irisan daun selada yang dicampur dengan saus aceto balsamico. Meskipun tidak banyak, aceto balsamico ini berfungsi sebagai cuka yang menetralisir rasa nyinyir atau amis. Selain itu, aceto balsamico merupakan cuka asli Italia yang diimpor dari kota Modena, mengingatkan salah seorang teman saya yang berasal dari kota itu dan senang sekali makan seafood dicampur dengan saus ini
.

Sementara itu, untuk minumannya, kami disajikan menu berikut:

1. Italian Soda, yang terdiri dari dua minuman terpisah, yaitu Cherry Soda dan Mojito.
8 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Jangan kuatir, meskipun minuman soda tetapi tidak mengandung alkohol, koq, jadi aman buat siapa pun yang meminumnya. Cherry soda menurut saya rasanya agak aneh, seperti minum obat batuk, entah mungkin karena ekstraksi buah cherry yang memang rasa aslinya saja sudah manis banget.. atau ada campuran lain yang membuat saya teringat iklan permen rasa sarsaparilla zaman SD
.
Sedangkan, Mojito yang dihidangkan rasanya agak asam dan 'datar' karena isinya hanya berupa campuran lemon, mint dan soda. Namun setelah diaduk dengan beberapa tetes sambal tabasco, rasanya lebih seru dan hangat di tenggorokan. Hati-hati membuat Anda terbatuk-batuk karena kaget
.

2. Es krim Strawberry Oreo

Ini minuman yang paling laris-manis, karena saya hanya berkesempatan mereguknya sekali
. Rasanya yang memang sudah akrab di lidah orang Indonesia, berupa campuran susu, es krim strawberry dan biskuit Oreo yang sudah dihancurkan, tidak heran sebelum semua makanan habis, minuman yang satu ini sudah habis duluan.

3. Peach Tea dan Lychee Tea
1 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Bagi penyuka yang segar-segar, minuman ini cocok banget direguk saat udara di luar panas terik. Rasa masing-masing buahnya sesuai, seperti buah persik yang agak kecut tapi manis, atau buah leci yang manis menyegarkan.

Sebagai hidangan penutup, kami disuguhkan menu berikut:

Dessert

Chocolate Melt Rp 30ribu
18 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Chocolate melt ini juga dibuat secara homemade dari telur, terigu, coklat batangan yang dicairkan dan butter. Manis coklatnya pas dan tidak bikin eneg, apalagi dicampur dengan es krim yang bisa dipilih sesuai selera, menjadikan hidangan ini benar-benar menutupi acara kuliner saya dan teman-teman Openricer di siang hari yang lumayan panas.

Bagi teman-teman yang kangen dengan kuliner Italia, atau ingin tahu rasa orisinal hidangan Italia dengan tampilan resto yang bersuasana rumah dan memancarkan aura kehangatan seperti di trattoria-trattoria-nya Italia, coba sesekali mampir ke sini. Saya jamin tidak akan menyesal. Saya sendiri merasa terpuaskan dengan hidangan yang disuguhkan setelah 3 tahun lamanya meninggalkan negeri tersebut. ***
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2013-05-16
Makanan Rekomendasi
  • chocolate melt
  • tortelloni
  • pizza deluxe
  • pollo alla diavola
  • grilled fish dori