19
4
0
Level1
1
0
Bulan Februari biasanya identik dengan bulan kasih sayang karena bertepatan dengan hari Valentine tanggal 14 Februari. Namun ada yang berbeda di bulan Februari kemarin karena pada tanggal 8 Februari ada hari besar agama yang juga diperingati seluruh dunia yaitu Tahun Baru Imlek. Di Indonesia sendiri perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung meriah dengan adanya atraksi barongsai di Klenteng atau pusat perbelanjaan.Selain merayakan di tempat ibadah atau pusat perbelanjaan banyak orang yang juga mengu
Baca Ulasan Lengkap
Bulan Februari biasanya identik dengan bulan kasih sayang karena bertepatan dengan hari Valentine tanggal 14 Februari. Namun ada yang berbeda di bulan Februari kemarin karena pada tanggal 8 Februari ada hari besar agama yang juga diperingati seluruh dunia yaitu Tahun Baru Imlek. Di Indonesia sendiri perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung meriah dengan adanya atraksi barongsai di Klenteng atau pusat perbelanjaan.

Selain merayakan di tempat ibadah atau pusat perbelanjaan banyak orang yang juga mengunjungi restoran yang menyajikan makanan dari Cina dengan keluarga atau teman. Saya biasanya makan restoran Cina yang sudah langganan karena sudah yakin akan rasa dan kehalalannya. Biasanya saya kurang yakin restoran yang ada mall karena takut mengandung bahan yang tidak halal bagi pengunjung beragama Islam.

Namun ada yang berbeda di Ming Dining Senayan City Lt 3, karena semua bahan makanan tidak menggunakan babi sehingga aman dikonsumsi oleh semua pengunjung. Ming Dining sendiri awalnya bernama Ming Village yang dibuka sejak tahun 2008. Di tahun 2014 kemudian mengganti konsep dan nama Ming Dining untuk segmen keluarga atau bisnis. 

Agar memperluas pasar, Ming Dining juga membuka restoran Little Ming untuk anak muda dengan konsep semi kafe, suasana lebih santai dan menyajikan makanan Jepang serta Cina. Saat saya tiba, terlihat makanan berwarna-warni yang terdiri dari sayuran dan daging dalam piring besar. Makanan itu bernama Yee Sang yang berisi wortel, ikan salmon, gurita, jahe, lobak dan lain-lain. 

Sebelum disantap, Yee Sang disajikan dengan berbagai doa yang disiram saus dengan harapan memperoleh keberuntungan atau kemakmuran bersama-sama. Semua pengunjung pun mengaduk bersama setinggi mungkin sampai tercampur agar doanya bisa terkabul. Begitu dimakan rasanya segar karena ada campuran rasa asam dan pedas seperti memakan karedok atau gado-gado. 

Selanjutnya saya mencoba Nasi Goreng Beras Merah yang didalamnya ada jagung manis, Ayam Cabe Ala ming, Buncis Zaitun Goreng Saus, Ikan Gurame Goreng Saus dan Sapo Tahu Jamur dan Sayur. Masing-masing hidangan terasa lezat dan pas serta menghangatkan. 

Terakhir sebagai hidangan penutup yang menyegarkan saya mencicipi Xi Mi Lu yang berisi buah-buahan semangka, melon, sagu dan kuah manis dari santan. Hidangan ini terasa pas karena menyegarkan badan sebelum terkena panas matahari. Secara keseluruhan saya puas bisa menikmati hidangan di Ming Dining karena tempat yang luas, nyaman, rasa makanan yang lezat dan aman dinikmati semua orang. 

11 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
9 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
24 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
20 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
15 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
20 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
15 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
23 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2016-02-20
Waktu Menunggu
10 Menit (Di Tempat)
Acara
Imlek Malam Tahun
Promosi makan
Tasting Event