0
2
0
Level3
35
6
Warna merah menyilaukan mata gue, ketika melewati daerah palmerah. Tepat didepan bank BRI Palmerah Barat, kedai kopi alami bertengger dilahan kosong dekat dengan salon Mos5. Warna merah pada kedai ini membuat gue penasaran untuk mencoba, menu apa saja yang mereka tawarkan. Selain warna merah yang membuat gw tertarik adalah desain kedainya, yang menggunakan kontainer khas jaman sekarang yang memang sedang tren. Entah kenapa tren kontainer ini mulai bermunculan, dan dijadikan salah satu desain int
Baca Ulasan Lengkap
Warna merah menyilaukan mata gue, ketika melewati daerah palmerah. Tepat didepan bank BRI Palmerah Barat, kedai kopi alami bertengger dilahan kosong dekat dengan salon Mos5. Warna merah pada kedai ini membuat gue penasaran untuk mencoba, menu apa saja yang mereka tawarkan.

Selain warna merah yang membuat gw tertarik adalah desain kedainya, yang menggunakan kontainer khas jaman sekarang yang memang sedang tren. Entah kenapa tren kontainer ini mulai bermunculan, dan dijadikan salah satu desain interiornya bahkan sebagai desain konstruksinya.

Kursi dan meja di kedai ini berada dilantai 2, tepatnya diatas kontainer tersebut. Dan gw sempet tanya-tanya sama salah satu pemiliknya, klo disini bisa menampung 50 pengunjung dengan catatan menggunakan kursi plastik.

Menu disini ternyata lebih menonjolkan makanan aceh, seperti mie goreng aceh yang gurih dan pedas lalu ad kopi yang biji kopinya dikirim langsung dari aceh. Selain mie goreng Aceh, Kedai Kopi Alami juga menyediakan indomie, dan roti bakar yang rotinya dibuat secara homemade. Sedangkan minumannya disini ada kopi, juice, teh tarik dan minuman lainnya.

Waktu gue kesini gw coba pesan mie goreng acehnya, porsi disini lumayan banyak untuk gw makan sendiri. Kepulan asap pada mie ini menandakan kalo mie goreng aceh dibuat secara fresh from de kompor, jadi gw harus mengaduk-aduk dulu supaya cepet adem. Bentuk mienya cukup besar, dengan tekstur yang kenyal. Ketika dimakan mie goreng aceh ini memiliki rasa yang pedas, asin dan gurih. Enak banget, tapi sayangnya terlalu pedas sebagai saran seharusnya dibuat menjadi beberapa tingkat kepedasan. Mie goreng aceh dilengkapi dengan irisan mentimun, bawang goreng dan juga emping yang renyah.

Rasa pedas semakin menjadi ketika gue memakan mie ini hingga lumayan banyak, untuk menetralisir rasa pedas. Gw mencoba untuk memesan minuman segar, yang katanya sih sebagai rekomendasinya yaitu teh tarik. Kenapa ini menjadi spesial? Karena teh yang dipakai berasal dari Malaysia, dengan teknik yang sama dipakai di Malaysia. Padahal di sumatera barat juga ad namanya tek taluak, yang ga perlu jauh-jauh ke Malaysia.

Kalau boleh jujur, rasa tehnya kurang brasa dengan tingkat kemanisan yang kurang. Malah kalau bole saya bilang, lebih enak teh taluaknya bukit tinggi Sumatera Barat. Ups.. hahahaha... tapi kalo lo sandingkan dan menjadi penetralisir rasa pedas karena mie goreng aceh, ini pas banget dan ga bikin bibir jontor.

Mungkin itu aja sedikit review dari gw, semoga bisa membantu. Oia gw cuma mau kasih tw, tempat ini asik untuk nongkrong bareng temen atau pacar. Karena jam bukanya bisa sampe pagi, dan hari minggu tutup.
8 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Mie Goreng Aceh
16 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Es Teh Tarik
16 Lihat
2 Menyukai
0 Komentar
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Metode Makan
Di Tempat
Makanan Rekomendasi
Mie Goreng Aceh
Es Teh Tarik