16
1
0
Level3
90
7
Kuliner dan Fashion , seakan tidak bisa dilepaskan dan menjadi salah satu daya tarik wisata di kota kembang , Bandung. Terutama saat kita mengunjungi pusat factory outlet yang terletak disekitaran Dago ( Jl. Ir. H. Djuanda) atau Riau ( Jl. RE. Martadinata).Selepas berkeliling dan berbelanja di factory outlet atau yang lebih sering disingkat "FO" , dengan mudah kita bisa menemukan berbagai macam 'jajanan' khas Bandung, mulai dari Batagor (Baso Tahu Goreng), Nasi timbel dan lalapan, Es Cendol , Mi
Baca Ulasan Lengkap
Kuliner dan Fashion , seakan tidak bisa dilepaskan dan menjadi salah satu daya tarik wisata di kota kembang , Bandung. Terutama saat kita mengunjungi pusat factory outlet yang terletak disekitaran Dago ( Jl. Ir. H. Djuanda) atau Riau ( Jl. RE. Martadinata).
Selepas berkeliling dan berbelanja di factory outlet atau yang lebih sering disingkat "FO" , dengan mudah kita bisa menemukan berbagai macam 'jajanan' khas Bandung, mulai dari Batagor (Baso Tahu Goreng), Nasi timbel dan lalapan, Es Cendol , Mie Kocok, sampai cafe-cafe dan resto yang menyediakan berbagai menu tradisional maupun mancanegera.

Jika pilihan anda adalah menu makanan tradisional, bisa mencoba Warung Sangrai , di Jl. RE. Martadinata No. 63 , Riau. Letaknya persis di samping Heritage - Factory Outlet , yuk kita coba kunjungi, kabar-nya menu Burung goreng di sini istimewa sekali loh.
22 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
17 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Warung Sangrai ini, memang di desain seperti warung makan, lengkap dengan meja dan kursi kayu (Tanpa sandaran) yang sederhana, terdapat juga kursi rotan dibagian depan, bagi anda yang ingin lebih santai. Interior-nya tampil khas dengan elemen-elemen tradisional, seperti tudung nasi ataupun kurungan/kandang ayam , yang dipakai sebagai unsur pemanis di bagian lampu, lucu juga.

Udara Bandung yang sejuk memang cocok untuk menyantap hidangan tradisional yang disajikan Warung Sangrai ini, namun sangat disayangkan saat kami datang, menu spesialis dari Warung Sangrai ini sudah sold out dari kemarin, karena pas kedatangan rombongan wisatawan yang menyerbu, hehe, yah sudah kita icipi menu istimewa lainnya, yang direkomendasikan deh.
22 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Nasi Timbel Komplit (Gepuk/Ayam) , Rp. 28.500,-
Menu yang satu ini jamak kita temui di Restoran Sunda, disajikan dalam piring yang di alasi daun pisang, Nasi Timbel putih yang pulen dalam balutan daun pisang, menambah harum aroma-nya, ayam goreng yang gurih dan cukup empuk, disertai ikan asin, tahu dan tempe goreng, dan lalapan yang berupa timun dan selada.

Nasi Tutug Oncom (Gepuk/Ayam) , Rp. 30.000,-
Nasi Tutug Oncom-nya enak! , rasa bumbu-bumbunya menyatu sempurna dalam lidah, bercampur dengan daging gepuk yang cukup empuk, dan tahu,tempe, ikan asin, serta lalapan yang jadi pelengkap, membuat saya dapat berkata salah satu nasi tutug oncom khas Sunda yang paling nikmat yang saya temui.

23 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar

Nasi Tungku Ala Sangrai , Rp. 38.500,-
Menu yang satu ini bisa untuk disantap berdua, rasanya mirip butter rice menurut saya, hehe, dari segi tampilan mirip dengan nasi liwet, dan disajikan dalam sebuah panci/langseng kecil, yang dialasi dengan piring anyaman dan daun pisang, untuk lauk-pauk nya, ada ikan peda, pete/petai bakar, tahu goreng yang dipotong dadu kecil-kecil, tempe goreng, dan lalapan.
17 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Nasi Ikan Sambal Matah / Bawang , Rp. 20.000,-
Untuk anda yang kadang bingung dengan masakan sunda yang penuh dengan berbagai macam lauk pauk dalam satu hidangan, bisa icipi yang satu ini, ikan kembung yg digoreng garing, dan diberi sambal diatas-nya. Disajikan dengan nasi hangat, dan lalapan.
Karena saya tidak begitu menyukai ikan kembung , jadi tidak bisa komentar banyak tentang menu yang satu ini, hehe. Perbedaan-nya menurut saya sambal matah (khas Bali) lebih terasa asam dibanding dengan sambal bawang-nya.
20 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Nasi Iga Bakar , Rp. 38.500,-
Tampilan-nya cukup menggoda, disajikan dengan nasi hangat, diatas piring yang dialasi dengan daun pisang, serta diberi semangkuk kecil sup dengan irisan seledri.
Rasa-nya menurut saya sedikit terlalu manis, bahkan saat disantap bersama nasi-nya sekalipun, untuk daging iga-nya cukup empuk.

Nasi Iga Balado , Rp. 42.500,-
Kali ini menampilkan cita rasa khas Manado, tapi lagi-lagi, kalau yang iga bakar menurut saya terlalu manis, yang satu ini sedikit asin dilidah saya, bahkan rasa pedas balado-nya masih belum mengimbangi rasa asin-nya

Tapi soal rasa, menurut chef dari Warung Sangrai ini, bisa disesuaikan dengan lidah konsumen, jadi untuk saya atau anda yang pecinta makanan pedas, bisa request langsung.
23 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Nasi Goreng Tek-Tek , Rp. 20.000,-
Saya suka sekali dengan berbagai macam kerupuk, dan kerupuk yang sebenar-nya hanya pelengkap di nasi goreng ini, salah satu yang terenak yang saya makan, kriuk garing-nya pas banget, menemani nasi goreng yang tampilan-nya mirip banget dengan nasi goreng yang sering kita temui keliling komplek atau di kaki lima, untuk rasa-nya manis-nya menonjol, mungkin lebih mengarah ke nasi goreng jawa yah.

Nasi Goreng Gila , Rp. 20.000,-
Tampilan-nya kalau diamati memang "Gila" haha, baso, irisan daging ayam, telur, bawang daun, sampai potongan cabe merah dan hijau, dan digoreng tanpa kecap, membuat nasi goreng ini tidak tampil mainstream ,seperti kebanyakan nasi goreng pada umumnya, dan lagi-lagi kerupuk yang sebagai pelengkapnya, membuat-nya tambah "Gila"
30 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
23 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Batagor Karasa, Rp. 7000,-/pcs
Karasa arti-nya kerasa/terasa, mungkin Maksud-nya Batagor ini kerasa banget ikan-nya, atau sambal kacang-nya, tahu-nya, ataupun rasa-nya

Sebagai salah satu makanan khas Bandung, Batagor jamak kita jumpai dimana-mana, dengan bahan dasar tepung aci ,tahu, dan ikan tenggiri, disantap dengan sambal kacang plus kecap, tak pelak menjadi salah satu sasaran para wisatawan untuk dijadikan "buah tangan".
Untuk Siomay-nya lumayan, untuk Batagor-nya tekstur tahu-nya biasa saja, campuran isian-nya cukup terasa, dicocol ke sambal kacang yang masih bertekstur kasar, dengan kecap yang kental, plus perasan jeruk nipis. Untuk sambal kacang-nya kurang pedas menurut saya.

Gado-Gado , Rp.17.500,-
Hidangan khas Betawi ini hadir pula di sini, bisa dikatakan salad Indonesia

Nah yang membedakan dengan gado-gado pada umumnya ditempat laing, gado-gado khas Warung Sangrai memakai bumbu kacang yang biasa dipakai pada Lotek/Karedok khas Sunda, dimana bumbu kacang-nya bertekstur kasar berbeda dengan bumbu gado-gado yang cenderung lembut. Kalau saya sih masih lebih suka dengan Gado-gado dengan bumbu yg lembut dan disiram langsung kesayuran-nya yah, karena untuk bumbu yang kental dan cenderung kasar, memang enak-nya diaduk semua bersama sayuran-nya dan kerupuknya juga hehe. Tapi ini sih selera menurut saya
37 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Berbagai Hidangan tradisional Indonesia mulai dari masakan khas Sunda, Betawi, Manado, Bali, Jawa, berhasil dipadupadankan oleh Warung Sangrai.
Beberapa rasa menu makanan yang cenderung over menurut lidah saya, tapi dijamin oleh sang Chef bisa dipesan dan disesuaikan dengan selera kita masing-masing.

Untuk anda entah wisatawan dari luar kota Bandung, maupun warga Bandung sendiri, yang suka menikmati berbagai hidangan tradisional, bisa mampir ke Warung Sangrai ini, yang kabar-nya memiliki banyak pilihan paket dan promo-promo yang menarik loh.
17 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2013-10-14
Makanan Rekomendasi
  • Kerupuk
  • Nasi Tutug Oncom
  • Nasi Goreng Gila