12
4
0
Level4
2012-06-06 67 Lihat
Awalnya saya sempat agak bingung dengan tukang perkedel yang ini, karena jam bukanya yang mulai dari malam hari hingga subuh. Tetapi ternyata perkedel ini sangat laku sekali, setiap pengunjung yang datang harus mengambil nomor. Ketika saya datang pukul 12an, terlihat ibu2 baru sedang menggoreng perkedel dan antriannya sudah panjang Tempat duduknya tidak terlalu banyak dan tempatnya agak jorok, maklum warteg di sekitar stasiun sehingga saya dan teman2 memutuskan untuk menunggu di mobil sampai nom
Baca Ulasan Lengkap
Awalnya saya sempat agak bingung dengan tukang perkedel yang ini, karena jam bukanya yang mulai dari malam hari hingga subuh. Tetapi ternyata perkedel ini sangat laku sekali, setiap pengunjung yang datang harus mengambil nomor. Ketika saya datang pukul 12an, terlihat ibu2 baru sedang menggoreng perkedel dan antriannya sudah panjang


Tempat duduknya tidak terlalu banyak dan tempatnya agak jorok, maklum warteg di sekitar stasiun sehingga saya dan teman2 memutuskan untuk menunggu di mobil sampai nomor antrian kita tiba..Di nomor antrian tidak dituliskan jumlah yang mau dipesan, jadi ketika nomor kita dipanggil, kita baru ditanya akan membeli berapa banyak..Sehingga lamanya kita mengantri tergantung jumlah pesanan nomor2 sebelum kita nih..

Perkedel ini beda dengan perkedel kentang biasa loh. Karena adonan kentangnya dicampur dengan tepung sehingga teksturnya lebih pekat dan padat, dan sudah tentu lebih mengenyangkan. Perkedel ini digoreng dalama minyak yang banyak dan panas sekali sekali kulitnya sangat crunchy dan enak sekali..Dijamin ketagihan deh hehehe..(entah karena memang enak atau perut lagi lapar ya malam2 begini) Banyak orang yang memborongnya, sekali beli 50 atau bahkan 100bj, bingung juga memang habis ya hahaha..Saya sendiri makan 4bj sudah kenyang..Harganya Rp 1.500,- saja per buah
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga