0
1
1
Level4
2013-12-31 71 Lihat
Beberapa waktu yang lalu, saya janjian nonton The Hobbit dengan beberapa teman di Braga. Kenapa Braga? Soalnya lebih murah dibandingkan kalau nonton di Ciwalk atau PVJ. Braga Festival sendiri kini sedang dalam masa renovasi sehingga penampilannya berubah. Kalau bagian bawahnya sudah lumayan ramai, bagian atas masih sepi. Di bawah sendiri ada Bread Life, Wendy’s, dan D’Kiosk. Baru buka di situ adalah Giggle Box dan Tokyo Connection. Karena kami datang agak mepet disebabkan lalu lintas yang luar b
Baca Ulasan Lengkap
Beberapa waktu yang lalu, saya janjian nonton The Hobbit dengan beberapa teman di Braga. Kenapa Braga? Soalnya lebih murah dibandingkan kalau nonton di Ciwalk atau PVJ. Braga Festival sendiri kini sedang dalam masa renovasi sehingga penampilannya berubah. Kalau bagian bawahnya sudah lumayan ramai, bagian atas masih sepi. Di bawah sendiri ada Bread Life, Wendy’s, dan D’Kiosk. Baru buka di situ adalah Giggle Box dan Tokyo Connection.

Karena kami datang agak mepet disebabkan lalu lintas yang luar biasa nggak bersahabat kalau hari Minggu di Bandung, akhirnya saya dan pacar putuskan untuk mengisi perut dulu. Pilihan jatuh ke Bread Life yang memajang rotinya dengan sangat menggiurkan di bagian depan Braga. Siapapun yang lewat dari pintu depan pasti akan melewati Bread Life dan para pelayannya yang menyapa kami untuk mampir.

Di bagian depan, ada deretan roti yang disajikan dalam kotak-kotak bening. Berbeda dengan Bread Talk yang dibuka begitu saja, Bread Life agaknya lebih memperhatikan kebersihan. Pengunjung tinggal membuka kotak dan mengambil roti kemudian menutupnya lagi. Dijamin bersih dari debu (apalagi lokasi di Braga memang agak di pinggir jalan). Pelayanannya sendiri sih sama seperti Bread Talk di mana kita dipersilakan mengambil nampan dan capitan untuk kemudian mengambil sendiri roti yang kita inginkan. Setelah beres, kasir akan menghitung semuanya. Yang mungkin sedikit berbeda adalah penyediaan kursi dan meja di Bread Life sehingga pengunjung bisa menikmati rotinya di tempat. Selain itu, ada juga pilihan menu minuman untuk menemani kita menyantap roti.

Menu yang saya pesan adalah Rugby. Roti ini ukurannya lumayan besar dan bentuknya menyerupai bola rugby. Warnanya kuning dan ada titik-titik hitam, yaitu cokelat Belgia (mulanya saya kira kismis). Menurut gambar yang ada di Bread Life, roti ini merupakan best seller. Makanya, saya agak penasaran seenak apa sih roti ini? Dengan ukuran besar, roti ini terasa menjanjikan untuk tingkat kekenyangannya. Ketika saya makan, hmmm…terasa ada yang kurang dari roti ini. Bagian luarnya terasa kering dan seret di tenggorokan. Biji-biji cokelatnya sih lumayan enak. Bagian dalam anehnya basah seakan adonannya belum matang. Rasanya terlalu manis sehingga makan sedikit saja sudah cukup. Sayang, roti keseluruhannya terasa kering sehingga kurang enak dimakan. Nggak terlalu recommended untuk yang ini.
29 Lihat
3 Menyukai
0 Komentar
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2013-12-15