9
1
0
Level4
2011-03-29 47 Lihat
Senangnya dapat undangan gathering dari Openrice, apalagi timingnya memungkinkan, di weekend Setelah tau tempatnya, gw sempet browsing2 dulu di Openrice tentang profile restorannya. Hmm menarik juga ternyata.Hari H-nya, gw dan cowok gw (yang kebetulan juga diundang) ternyata kepagian datengnya. Kita memutuskan untuk duduk aja dulu supaya bisa survey-survey duluan Tempatnya very nice, traditional designnya ‘ketangkep’ banget, walaupun ternyata belakangan gw baru tau bahwa konsep design traditio
Baca Ulasan Lengkap
Senangnya dapat undangan gathering dari Openrice, apalagi timingnya memungkinkan, di weekend
Setelah tau tempatnya, gw sempet browsing2 dulu di Openrice tentang profile restorannya. Hmm menarik juga ternyata.

Hari H-nya, gw dan cowok gw (yang kebetulan juga diundang) ternyata kepagian datengnya. Kita memutuskan untuk duduk aja dulu supaya bisa survey-survey duluan
Tempatnya very nice, traditional designnya ‘ketangkep’ banget, walaupun ternyata belakangan gw baru tau bahwa konsep design traditional ini akan diubah jadi modern. Hmm, seru juga, konsep modern tapi makanan traditional. Acara Openrice ini ternyata diadakan di Private Room, yang notabene cuma ada 1 ruangan di Senayan Café ini. LCD dan laptop tersedia standby di meja depan, yang menginformasikan secara implisit bahwa akan ada presentasi tentang Senayan Café ini. Seru.. Beberapa waiter dari Senayan Cafenya bolak-balik mempersiapkan ini dan itu, mulai dari persiapan makanannya, piring, serbet, dll. Asyik banget ngeliatin semua kesibukan ini.

Baru 1 crew Openrice yang ada di sana, lagi sibuk foto-foto. Beberapa lama kemudian, sejumlah tim dari Hotel Atlet/Senayan Cafenya mulai bermunculan, and they were so friendly. Kita sempet bincang-bincang mengenai Senayan Café, Hotel Atlet, Openrice dll. Dapat sedikit bocoran juga tentang menu yang akan disajikan, walaupun di artikel gathering di Openrice juga udah disebutin sih.

Setelah menunggu beberapa lama, Openricers lain mulai berdatangan termasuk sebagian crew Openrice lainnya. Sepertinya acaranya memang akan ngaret nih
Setelah diskusi akhirnya diputuskan bahwa Openricers yang sudah datang duluan akan diajak tour keliling Hotel Atlet Century Park dulu, sementara peserta lain yang belum datang akan ikut di Batch kedua. Asyiiikk.. Mulai deh salah seorang crew Hotel Atlet mengguide kami dan memberikan penjelasan sepanjang tour, di mana kami mengunjungi berbagai jenis kamar yang ada, sampai Suite juga serta ruang-ruang meeting yang ada and also the ballroom. Very nice. Untuk ukuran seseorang yang katanya baru seminggu join di this hotel, crew tsb. termasuk sangat informatif dan cukup menguasai ‘product’nya.

Setelah puas keliling, kami sempat berpapasan dengan rombongan kedua. Bersyukur juga sih join di Batch 1 karena pasti kelilingnya lebih lama dan lebih puas. Abis itu kita kembali ke ruang private dan tim Markom Hotel Atlet/Senayan Café mulai berdatangan dan kita saling menyalami tanda perkenalan. Semuanya sangat ramah dan energik, khas orang Marketing deh. Presentasinya juga nice, kompak dan materinya juga bagus, termasuk slide per slidenya didesign dengan nice.

Setelah presentasi, kami mulai diundang untuk makan. Ada meja Buffet di belakang, yang menyajikan nasi Mbok Tani (tadinya gw pikir namanya Nasi Botani, tapi ternyata setelah baca2 brosurnya, sepertinya nama yang benar adalah Nasi Mbok Tani). Nasi Mbok Tani ini terdiri dari beberapa komponen. Nah di meja Buffet itu, ada deretan panci2 traditional yang masing-masing memuat komponen-komponennya Nasi Mbok Tani sebagai berikut :
• Nasi Gurih – Sebenarnya sama aja sama Nasi Uduk, cuma aja rasanya lebih soft.
• Urap dan Nangka serta ayam suwir2 – Ini paduan yang enak dan ‘masuk’ banget sama nasi Gurihnya.
• Opor Telur Puyuh – Nyum, enak banget, apalagi gw memang penggemar Telur Puyuh.
• Sambel Goreng Krecek – Menurut gw, Kreceknya ada baunya sedikit, tapi sepertinya itu memang salah satu bau bumbunya, alias memang disengaja ada bau khas seperti itu. Tapi tetap ga mengurangi kenikmatannya kok

• Babat Goreng – Babatnya agak kenyal, tapi ga keras.
• Mendoan – Mendoannya enak, agak alot-alot ga garing, tapi Mendoan memang seperti itu kan ya

• Peyek – Nah ini menurut gw makanan paling enak dari Nasi Mbok Tani. Garing dan lezat banget. Sebenernya pengen banget nambah lho, cuma takut yang laen ga kebagian. Sambil nulis ini aja, kebayang deh garingnya Peyeknya.. uuugh…
• Acar
Nah Nasi Mbok Tani ini disediakan di wadah berbentuk tikar gitu, yang dilapisi daun pandan (sepertinya
). Wadah tikarnya bentuknya Limas Segitiga terbalik gitu, jadi ga bisa didiriin. Unik tempatnya. Very traditional.

Nah selain menu Buffet itu, ternyata disediakan juga menu ala carte di meja kita. Waduh, sampe bengong ngeliat betapa banyaknya menu yang disajikan :
• Martabak Century – disajikan dengan saus cukanya. Enak, dan dagingnya banyak
• Sop Buntut – Ini katanya adalah salah satu signature dish di sini. Karena gw memang bukan penggemar Sop Buntut, jadi mohon maaf gw ga bisa comment banyak. Tapi cowok bilang menu yang satu ini enak kok, walaupun agak sedikit susah lepas dari tulangnya

• Buntut Panggang (atau goreng ya? Hehe..) – Ini rasanya enak. Penggemar Buntut pasti suka deh.
• Nasi Goreng Buntut – Nasi goreng yang satu juga adalah salah satu favorite gw. Pedesnya itu lho yang pas banget. Bikin pengen nambah dan nambah lagi. Rasanya juga pas.

Nah selain makanan di meja, ga lupa pihak Senayan Café juga menyajikan :
• Minuman kopi andalan mereka yang bahannya berasal dari Australia. Ada dua macam kopi yang disajikan, yakni yang Hot dan yang Cold. Gw pilih yang Cold, yang namanya Choco Nut Hazelnut (kalau ga salah). Kopinya agak pahit, tapi enak, dan dilengkapi dengan taburan kacang. Tampilannya ciamik banget.
• Dessert buah yang disajikan di meja khusus, terdiri dari aneka buah dan pie susu buah. Semuanya enak dan segar.

Nah sudah liat sendiri kan betapa banyaknya menu yang disajikan. All-out banget ya mereka.. Yang gw kagum adalah bukan sekedar rasa makanan dan kualitasnya, tapi bagaimana ‘totalnya’ mereka menyajikan dan mempresentasikan produk mereka. Konsep Marketing mereka bagus banget, and they know how to run an excellent marketing strategy. Mendingan total/all-out ketimbang setengah-setengah. Upaya branding Hotel Atlet Senayan maupun Senayan Café ini menurut gw patut banget diacungi jempol.

Setelah itu ga lupa para Chef dan pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan menu-menu yang disajikan tadi, diundang masuk untuk mem-brief kami tentang menu yang disajikan. Menarik banget penjelasan mereka, bahkan Bapak Chef Senayan Café itu pernah jadi Juara dengan kreasi Nasi Panglima-nya di acara 17 Agustusan lho.. Ga heran nasi Mbok Tani nya sama enaknya.

Ga lupa setelah acara selesai, Goody Bag dari Hotel Atlet menunggu. Isinya Notes Unik berbentuk Dompet serta pena, dan boneka yang lucu. Bener-bener dari awal sampe akhir, kita di-service habis-habisan nih


Thank you so much untuk Hotel Atlet, Senayan Café dan Openrice. Wish u all the best, terutama dalam proses renovasi dan segala reformasi yang akan dibuat
Salam hangat buat Bu Grace, Stefani, Edu, dll.
10 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
9 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
20 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
10 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
2 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
5 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
9 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
19 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2011-03-26
Makanan Rekomendasi
  • Nasi Mbok Tani
  • Nasi Goreng Buntut
  • Choco Nut Hazelnut