25
0
0
Level4
Overview & VenueRamen masih terus datang silih berganti, seperti my latest post, kali ini saya memuaskan rasa penasaran saya akan gerai ramen terbaru dibilangan Taman Ratu, Green Ville, Jakarta Barat. Ramen ini sedang menjadi pembicaraan hangat dikalangan foodies, tidak hanya rasanya yang otentik, namun keramahan dan how low profile the owner-nya pun membuat semua orang ingin kembali kesini. Sambil ditemani hujan deras kala itu, kaki saya melangkah masuk ke sebuah gerai yang dari depannya tidak
Baca Ulasan Lengkap
Overview & Venue

Ramen masih terus datang silih berganti, seperti my latest post, kali ini saya memuaskan rasa penasaran saya akan gerai ramen terbaru dibilangan Taman Ratu, Green Ville, Jakarta Barat. Ramen ini sedang menjadi pembicaraan hangat dikalangan foodies, tidak hanya rasanya yang otentik, namun keramahan dan how low profile the owner-nya pun membuat semua orang ingin kembali kesini. Sambil ditemani hujan deras kala itu, kaki saya melangkah masuk ke sebuah gerai yang dari depannya tidak akan tampak jika kita tidak jeli. Lokasi gerainya ini memang terapit dua ruko yang juga sama-sama kecil disepanjang jalan Taman Ratu. Namun, jika kita jeli, carilah ruko dengan plang bertuliskan huruf Jepang dan kata-kata Tsurukamedou. Disitulah sebuah resto ramen yang baru lahir beberapa bulan dan sudah dibicarakan banyak orang itu. Restonya kecil mirip dengan tipikal kedai ramen pinggir jalan di Jepang hanya saja dengan tampilann lebih modern. Susunan set meja makan kayu berwarna cokelat muda membuat resto ini terkesan minimalis. Pencahayaannya yang kuning juga makin membuat resto ini hangat dan bersahabat. Open kitchennya membuat pengunjung bisa dengan bebas melihat pembuatan ramennya atau chef asal Jepang asyik meracik ramen untuk kita. Jika bosan, bisa membaca majalah-majalah berbahasa Inggris dan Jepang yang tersedia di depan meja kasir.
9 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Saya dan teman-teman langsung disambut hangat oleh sang pemilik yang sangat-sangat low profile dan ramah. Awalnya saya malah tidak tahu kalau ownernya ada diantara kami, karena dia ikut berdiri di depan pintu sambil membantu beres-beres meja juga. Tidak lama kemudian beliau baru menyapa saya dan teman-teman kemudian menceritakan sekilas tentang resto asal Nagoya yang sudah memiliki 8 cabang ini. Kata Tsurukamedou sendiri berasal dari dua pendekar Tsuru dan Kame, Tsuru merupakan pendekar Bangau sedangkan Kame merupakan pendekar kura-kura. Keduanya terinspirasi dari serial Dragon Ball. Resto ini terkenal dengan Hakata Style Super Tonkotsu Ramen-nya yang tidak menyajikan banyak menu hanya pure ramen tradisional dengan beberapa side dish dan aneka topping tambahan. Hal ini dilakukan untuk menjaga citarasa ramennya sampai-sampai kuah ramennya pun harus digodok selama dua hari.
9 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Saya setuju sekali dengan kejujuran si pemilik Tsurukamedou apalagi saya bukan seorang ramen judge hanya seorang penikmat, maka saya menikmati malam itu tanpa harapan apa-apa, karena saya tahu dari sebuah keramahan dan kejujuran, saya pasti yakin ramen disini pun akan berbicara jujur. Setelah kami memesan makanan, si pelayan langsung meneriakkan menu yang kami pesan dengan cara berteriak kepada staf di dapur dan kemudian staf di dapur tersebut membalas dengan kata ‘Hai’ atau ‘Ya’ dalam bahasa Jepang. Unik sekali kedengarannya, tapi itulah cara Tsurukamedou berbeda dari yang lainnya.
10 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Menu

Karena mereka mengandalkan keotentikan Hakata style, maka menu yang ditawarkan disini pun sangat terbatas. Mereka hanya punya Tonkotsu Ramen dengan base kuah daging babi dan Tori Ramen dengan base kuah daging ayam. Kesemuanya dapat dipesan dengan tambahan topping dan ras akuah yang spicy atau non spicy. Mereka juga punya Chahan dengan empat pilihan ebi, tori, buta, dan shinsen. Sedangkan untuk snacknya mereka punya Tori Kaarage, Tori Katsu, Gyoza dengan tiga pilihan filing yaitu buta, tori, dan ebi yang bisa di grilled ataupun di goreng dan aneka snacks lainnya. Dessert pun hanya berupa compliment Manngo Jelly. Minuman juga terbatas dan ocha yang free refill tentunya jadi jualan utama mereka,

Food & Beverages

Malam itu dibuka dengan segelas ocha hangat yang menghangatkan tubuh saya, disusul dengan sepiring Ebi Gyoza (32K). Cemilan khas gerai ramen ini disajikan enam pieces tiap piringnya. Kita bisa memilih filingnya dan teknik memasaknya, ada yang buta (babi), tori (ayam), dan ebi (udang ebi) baik di fried atau grilled. Ebi Gyoza disini memiliki kulit gyoza yang sangat lunak dan lembut sampai-sampai harus hati-hati memegangnya. Aroma jahe sudah tercium sebelum saya menggigitnya dan semakin kuat saat saya membuka dan mengigit bagian dalamnya. Potongan ayam cincang yang gurih berpadu pas dengan aroma jahenya. I simply love this dish!
5 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Tori Kaarage (32K)

Tori Kaarage juga mencuri perhatian saya, daging paha ayam yang dipotong kecil-kecil dan digoreng dengan tepung hingga garing ini benar-benar cemilan yang menyenangkan. Daging paha ayamnya cukup tebal dan saya tidak menemukan sagu yang saya temukan apda Tori Kaarage di ramen resto sebelumnya. Biasanya sagu didalam kaarage dibuat untuk ‘menggemukkan’ tampilan si kaarage, tapi Tsurukamedou tak perlu tambahan sagu, dagingnya yang tebal dan tepung yang crunchy sudah membuat kaarage ini jadi juara. Rasanya gurih namun tiba-tiba berubah jadi pedas hehehe…saya nggak menyangka spicy-nya justru jadi after taste, tapi untung nggak terlalu pedas, jadi masih bisa saya makan. Tori Kaarage ini disajikan dengan coleslaw dengan dressing asin khas Hakata style. Refreshing!
13 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Tori Katsu (32K)

Chicken Katsu disini juga tidak tebal karena tepung, tapi ayamnya. Dagingnya memang tebal dan empuk dibalut tepung yang digoreng sangat crunchy dan nggak berminyak. Wah, rasa-rasanya saya sanggup menghabiskan cemilan ini sendirian nih!
11 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Tori Ramen (45K)

Berhubung saya tidak mengkonsumsi daging babi, akhirnya saya pilih Tori Ramen. Ramen berkuah ayam ini disajikan dengan potongan ayam, telur setengah matang, nori, jamur dan daun bawang cincang. Saya suka bagaimana mereka memadukan mie ramen yang tipis dengan kuah tidak terllau pkeat namun sangat gurih dan kaya akan kaldu ayam. Saya bahkan sampai menyeruput berkali-kali kuahnya tanpa mie ramennya hahaha! Dibanding kuah ramen otentik Jepang yang saya coba sebelumnya, kuah Tsurukamedou asinnya masih netral dan nggak butuh tambahan kaldu lagi dan yang pasti nggak bikin tenggorokan saya kering dan haus karena ada beberapa kuah ramen yang kandungan MSG-nya tinggi sampai-sampai asinnya bikin haus. Potongan daging ayamnya juga tebal dan lembut. It’s just perfect for non spicy lover!
5 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Spicy Tori Ramen (45K)

Ramen versi pedas ini hampir mirip dengan ramen yang tidak pedas. Hanya saja toppingnya berbeda. Spicy Tori Ramen ini hanya bertopping potongan daging ayam, tauge, dan daun bawang cincang. Kuahnya cukup pekat dan pedasnya menusuk lidah. Wah, ini bukan tipe saya, nggak kuat nyeruput kuahnya hehehe….
10 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Ebi Chahan (32K)

Nasi goreng Jepang ini disajikan dengan empat pilihan topping ebi, tori, shinsen dan buta. Saya mencicipi yang Ebi Chahan. Saya suka sekali dengan cara mereka memasak nasi goreng ini hingga tidak berminyak, lembut namun tidak lembek. Nasinya pulen dengan aroma ebi dan rasa ebi yang cukup kuat bercampur rasa gurih dari bumbu rahasia Jepang yang langsung memenuhi mulut saya. Nasi goreng ini juga dicampur dengan telur orak-arik dan potongan daun bawang. Simple yet tasty!
13 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Mango Jelly

Setelah puas nyobain ramen, kami diberikan complimentary Mango Jelly yang kenyal dan rasanya segar. Aroma manga dan rasa mangganya begitu terasa di jellynya. Perfect closing for tonight!
5 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
Price

Menikmati ramen disini juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Harga semangkuk ramen disini berkisar antara Rp45.000 – 59.000. Untuk aneka snacks seperti gyoza, tori kaarage dan chicken katsu dapat dinikmati dengan harga hampir sama Rp32.000.

Service & Conclusion

Saya merasa seperti punya keluarga disini. Makan bersama teman-teman didampingi dengan owner yang begitu kekeluargaan, dan makanan yang benar-benar jujur apa adanya dan berhasil membuat saya terpesona. Mungkin beginilah seharusnya sebuah authentic restaurant, bukan hanya masakannya yang diutamakan tapi juga bagaimana membuat pengunjung merasa benar-benar ‘dirumah’. Pelayanann mereka sangat cepat, setelah si pelayan berteriak, makanan kami datang hanya 15 menit setelahnya. Ownernya pun ikut membantu kami menawarkan makanan yang menurut dia recommended. I believe that Tsurukamedou need neither a fancy place nor a happening area, the honest taste of Tsurukamedou will bring you a loyal customer in the future. Sure I'll be back here someday!
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2013-05-19
Pembelanjaan per orang
Rp50000 (Makan Malam)
Makanan Rekomendasi
  • tori kaarage