36
11
0
Level4
Waktu itu lagi di daerah Setiabudi abis nonton temen tanding basket, akhrinya mutusin buat makan di Mbah Jingkrak. Saya memilih makan disini karena penasaran dengan namanya yang agak catchy. Letakknya sendiri ada di Setiabudi Tengah dekat dengan lokasi perkantoran sekitaran kuningan. Tempatnya sendiri cukup luas, ada indoor dan outdoornya. Nuansa Jawa tradisional yang sangat kental coba dihadirkan di tempat ini. Meja yang dipakai kaya meja kayu panjang dan kursi biasa yang tertata cukup rapih. D
Baca Ulasan Lengkap
Waktu itu lagi di daerah Setiabudi abis nonton temen tanding basket, akhrinya mutusin buat makan di Mbah Jingkrak. Saya memilih makan disini karena penasaran dengan namanya yang agak catchy. Letakknya sendiri ada di Setiabudi Tengah dekat dengan lokasi perkantoran sekitaran kuningan. Tempatnya sendiri cukup luas, ada indoor dan outdoornya. Nuansa Jawa tradisional yang sangat kental coba dihadirkan di tempat ini. Meja yang dipakai kaya meja kayu panjang dan kursi biasa yang tertata cukup rapih. Disini banyak hiasan-hiasan semacam koleksi radio jaman baheula dan botol kecap tradisional. Ada juga kolam kecil yang pake jembatan, seolah-olah kita lagi di kampung Jawa banget. Saya sangat suka environment yang coba dihadirkan disini.

Kebersihan tempatnya pun terjaga dengan cukup baik. Pelayan disini cukup banyak dan responsif dalam melayani para tamu yang ada.

Nama menu disini pun cukup unik, banyak memakai nama makhluk halus tradisional Indonesia sebut saja teri butu ijo dan ayam rambut setan. Saya akhirnya memutuskan memesan nasi dengan ayam rambut setan sebagai menu pilihan karena penasaran dengan menunya. Serving timenya cukup cepat, hanya sekitar 10 menit saja kok.
Nasinya sendiri ada di atas daun yang porsinya banyak. Rasa nasinya cukup pulen dan tidak lengket sehingga enak untuk dimakan. Diatas nasinya pun diberi bumbu goreng sehingga menambah nafsu makan kita. Ayam rambut setan yang saya pilih adalah bagian dada, yang mana ukurannya cukup besar. Menu ini ternyata ayam goreng yang dikasih taburan cabe rawit sebagai 'rambut' setannya. Ayamnya digoreng dengan bumbu kuning dan bumbunya benar-benar terasa sampe ke tulang loh. Kulit ayamnya sendiri agak garing dan renyah saat dimakan. cabe rawitnya mungkin mirip-mirip kaya cabe di dendeng masakan padang, cuma yang ini lebih pedes dan banyak. Cocok banget buat pecinta makanan pedes kaya saya. Wah, openricers harus cobain deh menu yang satu ini. Cocok banget dicampur dengan nasi yang pulen loh!
Untuk minumnya, saya memesan Es teh Gentong. Es tehnya ternyata mahal karena sizenya yang besar. Mungkin buat yang sering ke Plaza Semanggi, tau kan Es Teh nya Double U ? Mirip-mirip lah kaya gitu. Jadi 1 doang bisa buat 2-3 orang kok
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Makanan Rekomendasi
  • Ayam Rambut Setan