1
0
0
Nomor Telepon.
(0542) 739027
Baik untuk
Kumpul Keluarga
Jam Buka
Mon.-Sun. 08:00-12:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Ulasan (1)
Berkunjung ke suatu daerah belum lengkap rasanya bila tidak mencicipi kekayaan kulinernya. Awal bulan kemarin, saya sempat menjejakkan kaki sebentar di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sebagai pecinta kuliner, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk hunting kuliner di kota yang juga disebut-sebut sebagai kota 1000 depot ini. Eits, jangan berpikiran depot disini itu semacam depot es, tapi depot disini tak lain adalah kedai makan yang menyajikan beragam makanan sehari-hari penduduk Balikpapan. Dan uniknya depot ini bukan kedai makan atau warung tenda pinggir jalan lho, tapi kedai makan seperti kafe kecil yang rata-rata berlokasi di ruko-ruko. Umumnya, depot di sini buka dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang saja. Depot ini memang dikhususkan bagi orang-orang yang mencari sarapan pagi. Makanan yang dijual diantaranya nasi kuning, soto banjar, soto makassar, bubur ayam, roti bakar, dll.Salah satu depot yang tersohor enaknya di Balikpapan adalah Depot Selamat, berlokasi di Jalan Ahmad Yani Blok C-06. Depot ini terletak di sebuah ruko pertokoan pinggir jalan. Saya datang kesini untuk sarapan pagi. Kata orang Balikpapan kalau mau makan di depot harus dari pagi kalau tidak akan cepat kehabisan. Benar saja, saya jam 9 sampai di sana pun depot itu sudah ramainya minta ampun! Depot yang di dominasi warna hijau limau pada interior luarnya ini penuh dengan orang-orang yang habis jalan dan olahraga pagi di hari minggu.Soto Banjar (15K) menjadi pilihan saya pagi itu. Biasanya saya tidak makan makanan berat pagi-pagi. Hanya saja karena semalam saya tidak berhasil makan soto Banjar itu, Tante saya memaksa saya untuk tetap memakannya. Menurut adat orang Kalimantan, hal seperti itu namanya 'Kapuhunan'. Jadi kalau punya kepengenan sesuatu di Kalimantan harus segera dipenuhi, kalau nggak sampai di Jakarta bakal kebayang-bayang terus.Entah mengapa Soto Banjar asli disini malah kurang ramah dengan lidah saya. Kurang penyedap rasa. Kuahnya gurih tapi nanggung. Isinya sendiri terdiri dari bihun, lontong, potongan telur, keripik kentang, dll.Coto Makassar (15K) juga menjadi pilihan saya. Kuahnya berwarna putih susu, katanya aslinya memang begitu. Tidak seperti coto makassar yang kebanyakan berkuah kuning di Jakarta. Rasanya cukup menyenangkan. Kuahnya gurih dan santannya cukup kental. Untuk masalah harga memang agak mahal dibandingkan di Jakarta sih. Memang katanya biaya hidup dan makan di Kalimantan itu mahal banget. Makanya nggak heran seporsi soto yang biasa didapat di warung pinggir jalan Jakarta seharga 7-10 ribu, disini harus bayar lebih mahal sekitar 15-20 ribu. Tapi setidaknya saya puaaass bisa nyobain makanan asli dari kotanya langsung hehehe....Sarapan pagi yang memuaskan! Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)