1
0
0
Baik untuk
Kumpul Keluarga
Jam Buka
Mon - Sun 10:00 - 22:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Ulasan (1)
Setelah sarapan pagi yang belum-belum sudah membuat perut saya penuh, jam makan siang kerabat saya lagi-lagi mengajak saya memenuhi perut dengan makanan khas Balikpapan lainnya yang nggak boleh dilewatkan, kepiting! Ada begitu banyak rumah makan yang menawarkan hidangan kepiting di Balikpapan, tapi hanya beberapa saja yang memang tersohor. Biasanya rumah makan tersebut terkenal karena pemilihan dan penyajian kepitingnya serta bumbu campurannya yang beda dari yang lain, dan RM. Torani-lah yang direkomendasikan kerabat saya kalau ingin mencoba bumbu kepiting lada hitam yang nendang rasanya!RM Torani ini sudah berdiri sejak tahun 2006, berlokasi di daerah Stall Kuda, sebelah rumah tahanan Balikpapan. Rumah makan ini memilik area yang sangat luas menampung kurang lebih 300 orang. Dominasi warna biru dan kursi-kursi rotannya plus bau amis ikan segar dan asap dari bakaran ikan mengingatkan saya akan makan ikan lagsung di Pasar Ikan Muara Angke. Benar-benar tipikal resto seafood banget. Sayangnya, (sampe sedih banget nih) pas kesini stok kepitingnya sedang kosong. Kalaupun ada, dipastikan kepitingnya tidak memiliki banyak daging atau kosong. RM Torani menjaga kualitas mereka dengan tidak menyajikan kepiting kosong. Jadi, kalau mereka bilang kepiting sedang kosong, ya tidak akan disediakan. Alhasil, siang itu saya hanya mencicipi Kepiting Rajungan Lada Hitam (125K). Wah, luar biasa sekali bumbu lada hitamnya. Pedasnya bukan nyangkut di lidah lagi, tapi langsung ketenggorokan. Pedasnya pun nggak terlalu menyengat, namun sangat terasa lada hitamnya. Kepiting rajungannya sendiri bersih dan tidak amis, sangat mudah dikorek-korek dengan tang yang tersedia dan bumbu lada hitamnya sampai menyerap kedalam daging kepiting rajungannya. Seporsi kepiting rajungan ini pas buat 2-3 orang.Selain Kepiting Rajungan Lada Hitam, saya juga mencicipi Bandeng Bakar tanpa Duri (22K). Bandeng yang di bakar dengan bumbu yang nggak terlalu pekat. Namun, dengan begitu rasa ikan bandengnya sangat terasa. Bumbu kunyit juga sedikit tercium, dengan campuran rasa manis, asin, dan gurih dari bumbu-bumbunya seperti jahe, serai, dan laos. Nggak amis dan tulangnya bener-bener dicabutin satu-satu dengan pinset, bukan dipresto, jadi nggak akan ada sama sekali tulang halus yang tersisa. Pepes Kepiting juga menggoda lidah saya siang itu. Pepes ini murni terbuat dari daging kepiting yang dicacah, dicampur dengan bumbu yang pekat dengan kunyit dan cabe merah sehingga rasa yang muncul dimulut saya pedas yang pekat dan kunyit yang menyengat. Agak sedikit tajam di lidah tapi tetep enak soalnya daging kepitingnya lembut banget dan nagih!Overall, saya puas sekali makan di RM Torani ini. Harga makanannya juga standar warung seafood, untuk makanan dibanderol dari Rp20.000-125.000, sedangkan minuman dibanderol dari Rp3.000 - 10.000. Pelayanan juga ramah sekali. Manager operasionalnya bahkan menjelaskan dengan baik saat saya bertanya asal usul resto ini sampai alasan kenapa mereka tidak menyediakan kepiting hari itu. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)