3
0
0
Baik untuk
Kumpul Keluarga
Jam Buka
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Ulasan (3)
Level4 2014-07-19
114 Lihat
menikmati teh sambil baca koran di pagi hari memang memberikan kenikmatan tersendiri.. apalagi di lengkapi dengan camilan, wah pasti pada ga nolak kan? siapa bilang hobi nge-teh cuma pantas di miliki orang tua.. saya aja yang masih belia *hallaaah juga suka loh nge - teh, apalagi pas udaranya dingin, cocok banget lah. ngomongin nge-teh, saya ada tempat yang recomended buat para pecinta teh nih.. namanya Rumah Teh Ndoro Donker.. rumah teh ini beralamat di Jalan Afdeling Kemuning No. 18, Karanganyar, Solo. sesuai namanya, menu minuman yang di tawarkan di sini memang hanya teh, tapi dengan berbagai pilihan seperti aroma madu, aroma mint, aroma jeruk, aroma melati, teh lawu, teh tarik, premium, super premium dan masih banyak lagi. bisaa di pesan per teko ataupun per cangkir. kalau datengnya ramai ramai lebih enak per teko sih menurut saya, lebih puas . Selain teh tentu saja ada menu utama dan camilannya, kayak nasi goreng, ayam bakar, sop iga, iga bakar, kare donker, tempe/tahu donker, ketela donker, timus, ubi jalak towo, pisang panggang,dll. tempatnya emang cocok banget nih buat nge teh, tenang dan homey.. jauh dari kebisingan kota.. ada indoor sama outdoor. lebih asyik yang outdoor dengan kursi kursi taman yang tersedia cukup banyak sambil menikmati pemandangan kebun teh yang hijau segar, sungguh indah . pesanan saya di sini nasi goreng donker sedangkan suami memesan sop iga. untuk camilan kita memesan ketela lumur madu dan minumnya teh aroma lemon. nasi goreng donker, nasi goreng berbentuk love disajikan dengan telor ceplok, kerupuk dan salad. nasinya ga terlalu keras, cukup pas porsi dan bumbunya di lidah..ga terlalu lengket, gurih. sop iganya kata suami juga okey, empuk dan kuahnya segar..selesai mneyikat main course langsung nge - teh sambil menikmati ketela lumur madu, ketela goreng yang dilumuri madu dan di taburi dengan wijen, rasanya manis dan tentunya empuk..enak banget, cocok dengan teh lemon, sungguh nikmat! Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level1 2014-03-24
90 Lihat
Berawal dari rasa suntuk yang menjalar, saya dan kelima rekan saya merencanakan semacam touring ke luar kota jogja. Tujuannya : Solo dan sekitarnya. Setelah menjajal selat solo untuk sarapan, kami menuju ke utara dengan destinasi : Rumah Teh Ndoro Donker (Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah). Jujur baru pertama ini saya tahu kalau di Solo ada perkebunan teh. Lokasinya, seperti di kebun teh yang lain, yaitu di pegunungan tepatnya di kaki gunung lawu. Usut punya usut, Rumah Teh Ndoro Donker dahulu merupakan milik orang belanda yang bernama Donker. Dan sekarang sudah dikelola dan dikembangkan oleh pribumi.Sesampainya di lokasi kami memilih tempat di luar ruangan yang bersisian dengan kebun teh, ingin merasakan kesejukan udara pegunungan. Menu yang kami pesan ialah Mint Tea, Radja Tea, Forrest Tea, Ubi goreng madu, Pisang bakar, dan risoles. Satu porsi teh disajikan dalam satu teko untuk 4 orang. Serta ada 2 jenis gula yaitu gula pasir dan gula jawa.Kesegaran mint tea sangat terasa, dengan daun mint asli yang membuat kesan melegakan di tenggorokan. Sangat cocok pada udara dingin. Demikian juga radja tea, meskipun saya masih belum tahu komposisi dari radja tea ini (kami pesan radja tea karena rekomendasi waiter). Namun ketika datang pesanan minuman berikutnya, yaitu forrest tea, kami merasa sangat tidak asing dengannya. Dilihat dari penampakan luarnya sangat mirip dengan Wedang Uwuh Imogiri (isinya rempah-rempah kasar dengan gula batu). Dan setelah diminum, paduan rasa rempah-rempah yang menghangatkan tersebut ternyata juga hampir sama dengan wedang uwuh.Untuk makanannya, risoles dan ubi goreng cukup memuaskan. Walaupun makanan tersebut langsung habis dalam hitungan detik, namun cukup meninggalkan kesan di lidah. Demikian juga dengan pisang bakarnya. Tidak istimewa memang, namun juga tidak failed.Ketika hendak pulang, kami menyempatkan membeli oleh-oleh berupa teh yang masih belum diseduh. Ada satu paket kecil berisi black-tea dan green tea seharga 15000 rupiah.Demikian review saya mengenai Rumah Teh Ndoro Donker. Sepertinya akan kembali kesini lagi untuk mencoba teh lain yang belum sempat terbeli. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Apa yang nikmat dari jalan-jalan ke daerah pegunungan yang sejuk kemudian hujan deras dan badan kedinginan? Minum yang hangat-hangat kalau buat saya. Nggak heran ketika terjebak hujan deras di daerah Kemuning, Karanganyar, Solo, saya dan teman-teman memutuskan berteduh sambil ngeteh cantik di sebuah rumah teh bernama Ndoro Donker. Rumah teh yang memiliki nama sepintas seperti nama orang Belanda ini sebenarnya memang dimiliki oleh seorang lelaki berkebangsaan Belanda bernama Donker yang juga memiliki perkebunan teh di daerah Desa Kemuning ini. Rumah teh ini berdiri cantik di tengah-tengah perkebunan teh yang asri. Dengan konsep gaya Belanda, saya disuguhkan suasana homey mulai dari pelataran parkir rumah ini. Di bagian dalamnya terdapat dua area, area indoor dan outdoor. Di outdoor terdapat set meja makan kayu dan beberapa ada yang dipayungi oleh payung pantai cantik berwarna merah. Suasana taman dan pegunungan sangat terasa jika makan di area outdoor ini. Jika ingin merasakan suasana rumah Belanda, coba tengoklah ke bagian indoornya. Ada deretan pigura-pigura foto tempo dulu di dindingnya yang putih dan furnitur jaman dulu lengkap dengan karung berisi rempah-rempah di salah satu sudutnya. Kita juga bisa melihat rak berisikan kotak-kotak teh siap minum hasil dari perkebunan teh ini. Karena saya dan teman-teman mau menikmati suasana dinginnya pegunungan dan hijaunya kebun teh, maka area outdoor lah yang dipilih. Makanan yang ditawarkan disini juga beragam, rata-rata sih masakan Indonesia yang namanya diubah dengan nama Belanda hehe...Minuman yang jadi jualan utama sih pastinya teh, mereka punya varian teh diantaranya Teh Hijau Kemuning, Teh Oolong, Teh Hitam Donker, Teh Aroma 63, Teh Aroma Inggris dengan pilihan earl grey, passion fruit, lady grey, dll), dan Teh Herbal. Semuanya disajikan baik dalam ukuran cangkir ataupun teko.Passion Fruit Tea dan Teh Aroma 63 Mint menjadi pilihan kami. Untuk yang mint rasanya dingin ketika masuk di tenggorokan walaupuun disajikan panas dan tidak terlalu pahit. Oya, untuk pemanisnya disini juga disuguhkan gula jawa lho. Jadi, lebih mantap rasa dan aroma tehnya. Sedangkan, Passion Fruit malah terasa sangat pahit di lidah saya, jadi mesti banyak-banyak makan gula jawa deh hehehe....Untuk menu pembuka, saya dan teman-teman memilih beragam snack karena perut belum terlalu lapar. Holand Aardapel, kentang yang disiram dengan bumbu khas Belanda menjadi awalan cemilan kami. Saya terkejut dengan tampilan luarnya, kentang panggang di potong kubik kemudian disiram dengan bumbu kuning dan ditaburi parutan keju yang buanyaaak banget! Sayangnya, tampilan dalamnya tidak seenak luarnya, kentangnya mungkin well-baked hanya saja bumbu kentalnya itu rasanya kurang cocok dengan kentang yang plain. Bumbunya manis dengan after taste seperti kuah soto dan tercium aroma bawang yang sangat kuat. Ah perpaduannya yang kurang pas buat saya, bahkan kejunya pun malah membuat semuanya eneg. Gebakken Cassave atau Ubi Goreng khas Donker ini mengembalikan selera saya, ubi manis yang sepintas mirip kroket ini dibalut dengan tepung yang crunchy dan dicocol dengan mayonnaise. Manis ubinya pas dan tidak membuat saya eneg walaupun dicocol di mayonnaise yang asam.Begitupun dengan Zoete Aardappelen, ketela goreng potong kubik yang dilumuri madu dan wijen menjadi cemilan manis yang menggugah selera saya. Ketelanya empuk dan madunya juga nggak terlalu manis. Enak deh seperti kesukaan saya jaman kecil, makan gorengan dicocol dengan lelehan gula jawa hehehe...Gegrilde Banana juga cemilan yang cukup asik dimakan di dinginnya udara pegunungan. Pisang goreng yang dipotong kipas ini disiram dengan lelehan cokelat dan taburan keju. Pisangnya tidak terlalu lembek dan terigunya juga tidak terlalu pekat. Everything just well for my belly.Masuk ke main course, pilihan menyantap Soup Iga Donker yang masih hangat sangatlah tepat. Aroma gurih iga langsung menjilat indera penciuman saya bahkan saat mangkuknya agak jauh dari hadapan saya. Kuahnya super gurih dengan taburan bawang goreng dan potongan daun bawang serta seledri. Iganya juga lembut dan mudah dipotong. Segar sekali disantap di siang yang dingin ini.Iga Bakar Donker tak kalah juaranya, disajikan dengan nasi putih yanng dibentuk hati, iga bakar ini dibakar dengan kematangan yang pas dan bumbu kacang dan kecapnya meresap sampai kedalamnya. Potongannya juga kecil-kecil sehingga mudah untuk memotong dagingnya kembali.Sambal merahnya juga tidak terlalu pedas, masih normal untuk lidah saya yang bukan pecinta pedas. Wah, rasanya perut saya puas banget bisa ngeteh cantik sambil menikmati lezatnya menu-menu Indonesia disini plus ngobrolin traveling dengan sesama backpacker. Coba suasana seperti ini bisa didapatkan tidak jauh dari Jakarta ya, pasti saya akan sering-sering kesini. Anyway eaters, buat kamu yang akan mampir ke daerah Kemuning, Solo, coba deh sempatkan mampir kesini. Harga makanan mereka juga masuk akal kok. Untuk appetizer mulai dari Rp5.000 - 12.500; main course Rp15.000 - 30.000; minuman Rp6.000 - 25.000. Happy tea hunting, eaters! Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)