8
1
0
Level2
29
4
2013-07-09 398 Lihat
Kota Medan memang terkenal sebagai “surga” bagi para pecinta durian. Musim tak musim, durian selalu mudah dijumpai di sana. Salah satu tempat jualan durian yang paling dicari adalah Ucok Durian. Ucok Durian terletak di Jalan Iskandar Muda No. 75C – 75D Medan. Tempatnya sederhana, di pelataran parkir ruko. Kursi-kursi plastik dan meja disediakan untuk pembeli yang makan di tempat. Ketika saya datang, suasana di Ucok Durian tampak ramai. Mobil dan bentor (becak motor) berjejer par
Baca Ulasan Lengkap
Kota Medan memang terkenal sebagai “surga” bagi para pecinta durian. Musim tak musim, durian selalu mudah dijumpai di sana. Salah satu tempat jualan durian yang paling dicari adalah Ucok Durian.

Ucok Durian terletak di Jalan Iskandar Muda No. 75C – 75D Medan. Tempatnya sederhana, di pelataran parkir ruko. Kursi-kursi plastik dan meja disediakan untuk pembeli yang makan di tempat. Ketika saya datang, suasana di Ucok Durian tampak ramai. Mobil dan bentor (becak motor) berjejer parkir. Sekitar 70 orang pengunjung memadati tempat. Ada yang asyik mengobrol sambil makan durian, ada pula yang ikut sibuk memilih durian.

“Tempat ini tak pernah sepi. Pembelinya selain dari kota Medan sendiri, ada juga yang dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bali, bahkan dari luar negeri seperti Malaysia,” demikian kata Ucok, pemilik usaha Ucok Durian. Untuk memenuhi antusiasme pembeli, Ucok Durian dibuka 24 jam, 7 hari dalam seminggu. Tujuh belas tahun sukses berjualan durian, lelaki yang bernama asli Zainal Abidin ini pun membuka satu cabang, yakni di Jalan KH. Wahid Hasyim/Sei Wampu No.30-32 Medan.

Kalau kata orang Medan, durian Ucok Durian betul-betul lomak (sedap). Hm, apa yang membedakannya dengan durian di tempat lain?

Kota Medan memang terkenal sebagai “surga” bagi para pecinta durian. Musim tak musim, durian selalu mudah dijumpai di sana. Salah satu tempat jualan durian yang paling dicari adalah Ucok Durian.

Ucok Durian terletak di Jalan Iskandar Muda No. 75C – 75D Medan. Tempatnya sederhana, di pelataran parkir ruko. Kursi-kursi plastik dan meja disediakan untuk pembeli yang makan di tempat. Ketika saya datang, suasana di Ucok Durian tampak ramai. Mobil dan bentor (becak motor) berjejer parkir. Sekitar 70 orang pengunjung memadati tempat. Ada yang asyik mengobrol sambil makan durian, ada pula yang ikut sibuk memilih durian.

“Tempat ini tak pernah sepi. Pembelinya selain dari kota Medan sendiri, ada juga yang dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bali, bahkan dari luar negeri seperti Malaysia,” demikian kata Ucok, pemilik usaha Ucok Durian. Untuk memenuhi antusiasme pembeli, Ucok Durian dibuka 24 jam, 7 hari dalam seminggu. Tujuh belas tahun sukses berjualan durian, lelaki yang bernama asli Zainal Abidin ini pun membuka satu cabang, yakni di Jalan KH. Wahid Hasyim/Sei Wampu No.30-32 Medan.

Kalau kata orang Medan, durian Ucok Durian betul-betul lomak (sedap). Hm, apa yang membedakannya dengan durian di tempat lain?

Pertama, kualitas durian. Durian Ucok Durian tampak mengilap, berdaging tebal dan empuk, bentuknya bersusun seperti kucing titun (kucing tidur – istilah Medan). Durian terbagi tiga, yakni durian pahit, manis, legit (manisnya sedang). Ucok dan para pegawainya yang bersarung tangan tebal, tampak lincah memilih durian sesuai dengan permintaan pembeli. Cukup dengan mencium aroma durian, mereka tahu apakah durian yang mereka pegang itu durian pahit, manis, atau legit.

“Durian yang pahit, aromanya paling menusuk. Orang Medan biasanya suka durian pahit. Kalau pembeli dari kota lain suka durian manis atau legit,” jelas Ucok yang keturunan Minang dan Mandailing ini.

Setiap hari Ucok bersama beberapa pegawainya pergi ke berbagai daerah, di antaranya Sidikalang, Sibolga, dan Pematang Siantar, untuk mengambil sekitar 4000 buah durian. Durian yang kualitasnya paling top adalah durian asal Sidikalang, menurut Ucok.
Kedua, harga. Harga durian di Ucok Durian relatif lebih murah. Kalau sedang musim, yakni bulan Desember dan Januari, satu buah durian seharga Rp15.000,00 saja. Kalau sedang tidak musim, harga naik sedikit menjadi Rp20.000,00 - Rp25.000,00 per buah. Seandainya durian yang sudah dibuka tidak sesuai dengan selera pembeli, Ucok Durian akan menggantinya. Gratis!

Selain dimakan di tempat, durian bisa dibawa pulang untuk dijadikan oleh-oleh. Kalau tidak terlalu banyak, butir-butir durian dimasukkan ke wadah styrofoam. Kalau banyak, dimasukkan ke wadah plastik berbagai ukuran, disesuaikan dengan jumlah butir durian.

Setelah puas menikmati lomaknyo durian di Ucok Durian, saya pun beranjak pulang. Tak disangka, Ucok menghadiahi saya dua buah durian besar.

“Sudahlah, tak usah kau kira (hitung). Ini gratis,” kata Ucok tertawa. Wah, sudah puas makan durian yang sedap, saya masih mendapat “durian runtuh” pula. Senangnya, di rumah siap-siap pesta durian lagi! [] Haya Aliya Zaki


(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2012-08-14
Jenis Makanan
Lainnya
Makanan Rekomendasi
  • Durian
  • Enak
  • Manis
  • Legit
  • Pahit
  • Medan