3
3
0
Nomor Telepon.
081329203448
Jam Buka
Mon.-Sun. 10:00-23:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Buka Hingga Larut Malam
Ulasan (6)
Saat studi banding ke Semarang, selain mengunjungi beberapa objek wisata kami juga mencoba kuliner yang ada di sana. Kami tiba di Semarang habis maghrib, dari Stasiun Poncol kami langsung menuju Amaris Hotel Pemuda. Setelah istirahat dan mandi kami keluar untuk makan malam. Bu Mamiek, ketua rombongan memutuskan untuk mencari makan yang dekat dengan hotel sebab jika harus naik taksi atau menyewa mobil dadakan mubazir banget. Saya pun langsung teringat deretan warung yang ada di depan Mall Paragon. Dulu saya bersama keluarga sempat mencoba makan di salah satu warungnya yaitu di Nasi Ayam Bu Pini.Dengan berjalan kaki kami pun berjalan menuju Mall Paragon. Karena beramai-ramai sambil ngobrol sehingga tidak terasa kami sudah sampai di Jalan Pemuda yang padat lalu lintasnya itu. Kami lalu menyeberang ke deretan warung yang berada di seberang jalan. Saya pun menunjukkan warung Nasi Ayam Bu Pini kepada teman-teman. Sayangnya setelah melihat menu yang disajikan ternyata tidak ada satu pun yang berminat. Ya sudah kami lalu beralih ke warung yang lain. Eh ternyata sebagian besar dari kami langsung tertarik ketika melihat warung bakmi yang terlihat ramai sekali pengunjungnya.Bakmi Djowo Doel Noemani, itulah nama yang tertera di depan warung bakmi tersebut. Kalau dari segi bangunan tidak ada yang istimewa dengan warung bakmie milik Pak Doel Noemani ini, sederhanan layaknya warung biasa pada umumnya. Temboknya dicat putih dan ditutupi dengan banner kuning yang bertuliskan nama warung dan menunya. Tapi yang menjadi daya tarik adalah begitu penuhnya meja-kursi di dalamnya dengan para pengunjung. Padahal jumlah meja dan kursinya cukup banyak tapi hampir semuanya penuh. Oh iya, para karyawan di Bakmi Djoo Doel Noemani ini semuanya memakai baju batik. Makin menguatkan kesan tradisional Jawa di warung ini.Yang istimewa dari Bakmi Djowo Doel Noemani ini terletak pada cara memasaknya yaitu menggunakan tungku tradisional. Awalnya saya mengira baha bakarnya memakai arang, namun setelah melihat ada semacam sambungan kabel dan bara apinya yang sangat besar maka kesimpulan saya kalau bahan bakarnya gabungan antara arang dan gas.Tapi meskipun begitu tak mengurangi rasa takjub saya ketika melihat para karyawan Bakmi Djowo Doel Noemani ini beraksi memasak bakmi dan nasi goreng pesanan para pembeli.Diawali dengan menggoreng telurnya di wajan, setelah agak matang telurnya diorak-arik. Setelah itu menyusul mie dan bumbu-bumbunya. Ditambahkan juga sawi sebagai pelengkap. Selanjutnya campuran telur-mie-sayuran itu dimasak berbarengan hingga matang. Kalau bakmie godog maka ditambahkan air di dalamnya.Adapun menu-menu yang ada di Bakmi Djowo Doel Noemani ini antara lain: Bakmi Godog (Bakmi Rebus), Bakmi Goreng, Bakmi Nyemek (Kuahnya sedikit), Bihun Goreng, Bihun Godog, Bihun Nyemek, Nasi Godog, Nasi Goreng, Nasi Ruwet dan Bakso. Untuk minumannya standart aja sih seperti Es Jeruk, Jeruk Panas, Es Teh, Teh Panas dan Teh Botol. Di meja disediakan juga kerupuk sebagai pelengkap. Yang istimewa ada lauk tambahan yaitu sate ayam. Berbeda dengan sate pada umumnya, sate ayam khas Doel Noemani ini dagingnya sudah digoreng terlebih dahulu sebelum disusun di batang lidi. Jika pembeli ingin satenya dipanggang maka tinggal request saja ke karyawan.Teman-teman mayoritas memesan bakmi, sedangkan saya memilih Nasi Ruwet. Yang bikin saya tertarik adalah namanya, trus setelah dijelasin sama karyawan Doel Noemani jadi makin tertarik karena isinya gabungan antara nasi dan mie. Kami harus cukup bersabar menunggu pesanan kami jadi, sempat agak senewen juga sih karena sempat diserebot pembeli lain. Untungnya setelah saya komplain akhirnya pesanan kami satu per satu datang.Nasi Ruwet ini penampakan dan rasanya seperti Nasi Mawut. Nasi dan mienya bercampur merata dengan bumbu yang cukup enak di lidah saya. Karena lagi laper berat, jadi satu porsi Nasi Ruwet yang cukup banyak itu bisa saya habiskan. Saya sempat penasaran dengan rasa bakmi pesanan teman-teman. Eh salah satu teman kerja saya yaitu Bu Erna ternyata tidak mau menghabiskan Bakmi Godog pesanannya. Beliau bilang rasa dan baunya agak amis. Memang sih kalau melihat proses memasaknya tadi dimana telur dicampur dengan kuah maka biasanya akan menimbulkan rasa dan bau amis. Saya jadi tergerak untuk mencicipi dan ternyata emang beneran agak amis. Tapi menurut teman-teman yang lain rasanya tidak amis. Jadi mungkin lidah saya dan Bu Erna cukup sensitif. Untung deh saya tadi tidak memesan bakmi.Kami juga tak lupa memakan sate ayam khas Doel Noemani, rasa dagingnya gurih. Apalagi kami request untuk dibakar, makin maknyuzz dengan baluran bumbu kecap di atasnya. Lumayan efektif mengobati kekecewaan Bu Erna yang tidak cocok dengan rasa bakminya.Selesai santap malam di Bakmi Djowo Doel Noemani kami pun nongkrong bentar di depan warung sambil foto-foto dengan background Mall Paragon yang terlihat megah dan ramai malam itu. Setelah itu kami pun berjalan pulang kembali ke hotel. Lalu apakah pengalaman wisata kuliner kami di Semarang hanya sampai di situ saja? Ooh tentu tidak, nantikan cerita wiskul Semarang kami di tulisan selanjutnya. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2013-01-12
140 Lihat
Bakmi Djowo Pak Doel Noemani ini menggunakan mie dan bumbu tradisional sehingga rasanya khas dan tidak ditemui di warung atau restoran chinesse. Tempatnya sih sederhana, namun pembelinya cukup banyak.Menu utamanya adalah mie basah dan mie goreng. Ada juga menu nasi goreng. Harganya antara Rp 8000 - 10 ribu. Setiap pesanan akan dikerjakan satu-persatu sehingga pelayanan terkesan lama. Jadi mending saat tempat makan ini baru buka agar tidak menunggu terlalu lama.Bakmi godhog atau mie basah Pak Noemani ini memang sedap. Ada sayuran dan telur di dalamnya. Kuah segar nan hangat langsung merasuk ke kerongkongan. Rasanya tidak terlalu pedas dan tidak terlalu tajam. Mienya cukup banyak sehingga satu porsi saja dijamin kenyang. Tidak salah jika menunggu lama untuk menyantap bakmi ini. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2012-12-10
94 Lihat
Bakmi Djowo Pak Doel ini lokasinya terletak di jl. Pemuda semarang. Lokasinya ga jauh dari paragon mall. Lokasinya di sebrang mall paragon ini. Tempatnya ga gitu besar, tapi cukup muat beberapa meja untuk makan dine in disini. Pelayanan di bakmi pak Doel ini cukup cepat, kebetulan sih pas gw datang ga terlalu banyak yang makan, jadinya ga terlalu lama menunggu. Menu makanan disini ada aneka nasi, mie, kwetiau, dll. Gw pesen mie gorengnya. Porsinya cukup banyak. Mie nya ga terlalu kecil, dan juga isinya banyak. Mie gorengnya ini agak basah, ga kering, dan penampilannya cukup medok. Rasanya gurih, manis tapi ga semanis yang kelihatannya. Mie gorengnya ini dipakein suwiran ayam dan telur. Soal harga, harga di tempat makan yang satu ini murah. Harganya bener bener ga buat kantong bolong dan juga rasanya enak dan porsinya banyak. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2012-11-07
47 Lihat
Resto bakmi Djowo ini berlokasi dipusat kota semarang.Tempatnya sederhana saja, ada dipinggiran jalan, sebrang persis Paragon Mall.Malam itu di Semarang hujan lebat dan waktu sudah lama kira2 jem 10 kurang.Kita hendak makan di resto bakmi ini, ketika mencoba keluar dari kendaraan sudah ada tukang parkir yang menyediakan payung untuk gw.Dan gw tanya apa masi buka, mereka bilang masih buka dengan nada sopan. Meski semua pelayan nya laki2 berpostur besar, tapi sangat santun melayani pelanggan.Resto ini menyediakan makanan mirip mie tek2 di Jakarta gitu deh, semua makanan dihargai 10.000/porsi.Pesenan :- Bakmi Godog: mie dimasak dengan kuah telor lengkap dengan sayur mayur. Cocok buat yang pengen yang hangat dan berkuah. Kuahnya sedep deh.- Bakmi Goreng: mie goreng lengkap dengan telor, bakso dan sayur mayur. Racian bumbu gurih asinya pas.- Nasi Ruwet: nasi goreng campur mie, digoreng kering dengan telur. Enakkk.Gw suka ama tesktur mienya yang lurus, halus dan bulat, mirip spaghetti yah hehehe.Overall gw suka makan disini, murah meriah enak^^ Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2012-06-07
47 Lihat
habis kesel jeng-jeng sore di PARAGON, akhirnya laper dan pas mau keparkiran ehh...ada aroma menggoda , ternyata dari PAK DOEL NUEMANI...mampir ah...suasana; hemm kedai ini selalu rame lho katanya, bukanya dari jam 10 pagi ampe jam 10 malem, tempatnya padahal sederhana, cukup nyaman ditengah keramaian si, rapi penataannya meja dan kursinya.menu, disini ada beberapa menu andalan di kedai bakmi pak dole nomani, ada bakmi goreng, bakmi kuah, bakso, nasi goreng, bakmi godhok, bakmi nyemek, nasi ruwet, dan bebrapa macam minuman dingin dan anget. hemm kali ini aku direkomendasikan buat nyicip^^ bakmi nyemek, setelah nunggunya lumayan lama sampe nambah es jeruk, akhirnya dateng juga, dan rasanyaaaaaaa....lumayan enak, ini memang bakmi Jowo, tapi jowonya agak aneh, bakminya gurih tapi cenderung asin. padahal jawa kan kental bgt dengan makanan manis. tapi it ok, rasanya lumayan kok, kl mau dibuat manis , minta ditambahin kecap aja. untuk bumbunya si hampir sama kaya yang lainnya.harganya menurutku lebih mahal dari lainya, biasanya kan cuma 6000-7500 nah disini perporsi 9000, jangan kaget ya kl km lagi laper, porsinya kecil dan kl mau kenyang ya harus nambah,,,hemmm...bikin boros, hehhehe..pelayanannya, juga lumayan lah, saking sibuk si pak doelnya sampe gak noleh^^, dan nunggunya lumayan lama, jadi bikin bosen apalagi udara semarang puanas bgt. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)