0
0
1
Jam Buka
Mon - Sun 10:00 - 22:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Ulasan (1)
Level2 2016-02-23
97 Lihat
Lagi-lagi melintas di jalanan dengan rasa kelaparan, Rabu (14/10). Entah kenapa aku memutuskan makan mie ayam siang siang ini? Spontan, aku membelokkan kendaraan ke salah satu rumah makan di jalan Dharmahusada, yang punya spesialisasi pangsit mie ayam. Pesan satu porsi mie ayam dengan es teh manis, juga dengan tambahan krupuk. Totalnya habis 25 ribu, cukup tinggi untuk kalangan mahasiswi sepertiku, hehe.Cukup lama nunggu, ada sepuluh menitan mungkin, baru pesananku datang. Satu porsi mie ayam berisi : mie + dua buah siomay kukus + satu buah kulit pangsit + kuah, tentunya. Pertama kali nyoba nyicip mie-nya...wah! Mie-nya kok seperti mie instan goreng, ya? Beda banget ama mie yang khusus buat mie ayam pada umumnya. Siomay kukusnya juga biasa banget, kulit pangsitnya juga biasa. Skor 6,5/10 lah. Not so good for me (and the price)  Yang paling parah...sambalnya! Uh.. Encer (cair) banget, rasanya kayak air, gak ada pedas-pedasnya sama sekali. Bahkan, aku sampai menghabiskan ½ botol sambal tapi tetap gak pedas. Bagi maniak pedas sepertiku, itu adalah hal yang paling menyedihkan.Oh ya, kalau mau tahu lokasinya, ada di jalanan Dharmahusada, tepat di sebelah Bebek Telor Asin Pak Joss, sebelum pom bensin. Ada extra charge untuk parkir, FYI (padahal pas datang, gak ada siapa-siapa yang bantuin parkir motor, duh nyebelin). Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)