3
1
0
Jam Buka
Mon.-Sun. 10:00-22:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Area Parkir
Ulasan (4)
Level4 2015-06-02
82 Lihat
Bakmi  godog ini dinamakan Shibitsu karena salah satu pelayannya bisu , sampai akhirnya terkenal dengan nama sibisu, agar lebih gaul ditulis shibitsu.Berjualannya didepan toko yang sudah tutup pukul 5 sore kemudian bergantian dengan gerobak masak bakmi dan meja yang cukup panjang, walaupun dipinggir jalan tapi cukup bersih dan pelayannanya cukup cepat walaupun ia tidak bisa bicara. seperti tukang bakmi godog di jogja lebih banyak menggunakan arang sebagai alat masaknya karena wangi kayu bakar akan menyerap kedalam masakan. Bakmi godognya terasa sedap nya kuah yang berkaldu dengan irisan daging ayam sert telor yang dicampur membuat masakan ini lezat banget.Bakmi goreng pu demikian memang tidak salah recomend dari beberapa teman, masakannya tuh pas kecapnya tidak berlebihan dan mie juga tidak lembek, ditaburi bawang goreng dan daun sledri bikin harum.kalau di Jogja jangan bingung mencari bakmi godog hampir semua pelosok banyak penjual bakmi godog, cuma ada dua rasanya enak dan enak banget. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2013-09-18
49 Lihat
kuliner bakmi di malam hari memang memberikan kenikmat tersendiri ya, sudah menjadi rahasia umum tentunya kalau bakmi memang lebih nikmat di santap kala malam hari atau cuaca dingin.. penjual bakmi sendiri memang lebih banyak di jumpai pada malam hari.. di kota jogja banyak sekali penjual bakmi dari yang membuka usahanya sampai yang sudah melegenda seperti bakmi shibitsu ini..bakmi shibitsu merupakan sebuah warung bakmi yang beralamat di Jalan Raya Bantul No.106. atau tepatnya pojok beteng kulon ke selatan dikit. warung bakmi ini mulai buka pada sore hari.. tempatnya memang ga terlalu besar, cukup sederhana tapi tiap malem selalu ramai pembeli apalagi sudah cukup melegenda dan mempunyai tempat tersendiri di mata penikmat kuliner bakmi.. bakmi yang di tawrakan di sini merupakan bakmi jawa seperti kebanyakan.. tapi dari segi rasa banyak yang bilang lebih enak disini, lidah orang memang beda beda sesuai selera masing - masing, hehehe.. warung bakmi ini kebetulan ga begitu jauh dari rumah mertua jadi kalau pas nginep di tempat mertua ya di warung ini beli bakminya.. ada bakmi godog dan juga bakmi goreng..bakmi godog, bakmi kuning bercampur bihun yang di masak dengan kuah.. dari aromanya, hemm..sedap.. ga cuma di cmapur bihun aja, ada suwiran dgaing ayam, kobis, daun bawang dan taburan bawnag goreng. kuahnya memang agak kental dan keruh karena bercampur dengan telor, tapi tenang aja..ga bau amis kok.. enak banget, apalagi pas masih panas panas gitu.. gurih dan sedap.. maknyuss teh panas, penyajiannya di sertai dengan tatakan atau ciri (piring kecil), udah gitu di tambah juga minuman dengan teko kecil buat nambah kalau kurang minumnya.. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Level4 2013-04-02
28 Lihat
Lagi jalan-jalan di Yogyakarta dan pengen nyari kuliner yang beda di kota ini. Cerita dari si tukang becak yang mengantarkan saya dan keluarga keliling kota Yogyakarta, yang paling enak adalah bakmi Shibitsu. Bakmi Shibitsu ini ditempuh sekitar 10 menit dari Malioboro dan ada di selatan Pojok Benteng Kulon. Namanya berbau Jepang tetapi pemiliknya ternyata orang Yogya asli. Dan warung makan ini selalu ramai pengunjung, karena yang terkenal ya Bakmi Shibitsu ini.Saya pun memesan bakmi gorengnya dan segelas teh hangat. Kita harus sabar kalau makan disini. Karena di Bakmi Shibitsu ini memasaknya masih menggunakan anglo. Jadi harap maklum, mereka memasaknya satu-satu. Yang memasak ada 1 orang pria dan seorang wanita yang membantu meracik masakannya. Sambil saya menunggu akhirnya teh hangat saya pun datang. Saya mencoba meminumnya sedikit, dan saya merasakan teh hangat yang beda dengan teh teh lainnya. Rasanya itu manis, berbau harum, dan kental. Dan ternyata manisnya ini menggunakan gula batu. Makanya manisnya beda.setelah 20 menit menunggu, akhirnya pesanan bakmi saya pun datang. Bakminya berwarna terang karena memasaknya tidak menggunakan kecap. Dengan taburan potongan daging ayam dan daun seledri, bakmi ini terlihat enak. Dan ketika saya mencobanya ternyata bakmi ini benar-benar enak, bumbunya berani, bumbunya kerasa di setiap suapan. Makannya ditambah dengam cabai hijau yang sudah disediakan di meja makan. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)