0
1
0
Nomor Telepon.
(0274) 561151
Jam Buka
Mon.-Sun. 07:00-21:00
Metode Pembayaran
Tunai / Cash
Info Lainnya
Layanan Pesan Antar
Area Parkir
Reservasi
Pajak Penjualan
Ulasan (1)
Level4 2013-05-21
70 Lihat
Gudeg juminten ini adalah salah satu gudeg di kota jogja. Karena sudah jadul bukanya, penggemar gudeg ini rata-rata orang tua yang kebetulan pulang jogja dan kepengen nostalgia (terlihat dari pelanggan yang dating waktu kami makan di tempat). Lokasi guden juminten adalah di Asem Gede, sekitar pasar kranggan. Kali ini kami punya kesempatan mencicipi karena ibu mertua ngotot mau nostalgia makan gudeg juminten ini.Makanan yang tersedia di warung makan ini tentu saja gudeg, makanan khas jogja. Gudeg di warung ini merupakan gudeg basah, bukan gudeg kering seperti langganan saya di daerah jalan kaliurang. Kali ini saya makan nasi gudeg dengan satu butir telur ayam, ayam goreng, dan sambel goreng krecek. Seperti saya katakana semula, gudegnya basah tidak terlalu manis, dan mblenyek atau lunak. Saya tidak suka sebetulnya gudeg basah ini, seperti makan gudeg di daerah semarang. Rasa krecek biasa, walaupun terlihat banyak cabai, ternyata rasanya tidak pedas. Telurnya juga bukan telur pindang kering, tapi dikuah opor. Rasanya biasa aja, kurang nendang, kuning telurnya juga terasa basah. Untuk ayamnya juga beda dengan ayam pada gudeg kering yang dimasak coklat kering. Kalau di gudeg juminten, ayamnya ayam goreng kremes ala mbok berek. Menurut saya tidak cocok dimakan pakai gudeg, mending dimakan dengan nasi putih, sambal dan lalapan saja. Minuman yang saya pesan adalah tape hangat, karena pas kami datang, cuaca jogja mendung gerimis. Wedang tape ketan ini adalah minuman air putih hangat yang diberi tape ketan hijau. Rasanya sih enak kalau minum dan makan bersama dengan tape ketannya. Kalau hanya minum airnya saja, meski sudah diaduk yang terasa hanya rasa manis samar dan aroma tape saja.Food and drink - rate 6/10Place – rate 6/10Pengalaman makan di gudeg juminten tidak terlalu berkesan, entah saya mampir lagi atau tidak (mungkin kalau ibu mertua memaksa lagi untuk makan disitu, hehe…). Karena saya tidak menyukai gudeg basah, maka saya lebih meilih untuk makan di gudeg kering langganan saya saja kalau ke jogja. Lanjutkan Membaca
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)