2
0
0
Level4
Setelah mengunjungi Kalimilk, saya dan teman saya memutuskan untuk makan malam yang lebih mengenyangkan. Dan di sini pilihan kami, House of Raminten. Memang ada beberapa cabang, namun cabang ini adalah yang terbesar bahkan bisa sampai mengantri loh ketika weekend. Lucky us, kami datang di jam makan malam dan ada spot di lantai dua yang kosong. Kami bisa menikmati makan malam di ujung dekat tangga, sehingga dekat dengan bunyi air kolam dan bisa melihat pemandangan di sisi jalan. Suasana di House
Baca Ulasan Lengkap
Setelah mengunjungi Kalimilk, saya dan teman saya memutuskan untuk makan malam yang lebih mengenyangkan. Dan di sini pilihan kami, House of Raminten. Memang ada beberapa cabang, namun cabang ini adalah yang terbesar bahkan bisa sampai mengantri loh ketika weekend. Lucky us, kami datang di jam makan malam dan ada spot di lantai dua yang kosong. Kami bisa menikmati makan malam di ujung dekat tangga, sehingga dekat dengan bunyi air kolam dan bisa melihat pemandangan di sisi jalan.

Suasana di House of Raminten ini, wah, cukup banyak yang bisa ditulis sih. Pemiliknya memang sangat terkenal di Yogya dan biasa bermain di acara kabaret atau show nyanyi. Dengan nuansa agak mistis, begitu memasuki tempat ini, saya melihat kereta kuda kencana yang besar dan ada sesajen. Ketika saya ke toilet pun, ternyata di belakang sana ada kandang kuda, saya melihat dua ekor kuda. Kuda yang besar berwarna cokelat kehitaman sesekali memekik, rasanya jadi pengen keluar-in mereka dari kandang
.

Lalu, jika melihat para staff pekerjanya......pria dan wanita, semua menggunakan pakaian khas dengan kain sarung. Para wanitanya mengenakan kebaya hitam, sedangkan yang pria bertelanjang dada, semuanya berotot layaknya pria-pria yang bisa dilihat di sekitar pusat kebugaran. Tampan, harum, dan metroseksual. Tersiar kabar bahwa para pekerja pria-pria berparas tampan di sini adalah penyuka sesama jenis. Namun, entah lah, saya kan tidak bertanya langsung, jadi tidak ada yang tahu kebenaran kabar tersebut. Who knows?

Berlanjut ke menu makanannya. Saya sempat takjub dengan menu mereka loh karena selain enak, harganya pun terjangkau. Saya jadi sadar kenapa ada kata-kata "Jakarta adalah kota yang kejam" karena ketika berkeliling ke berbagai kota, memang hanya di Jakarta saja yang harga makanan super mahal. Di House of Raminten ini kami direkomendasikan untuk memesan menu baru mereka yaitu: Ayam Koteka.
Ayam Koteka
Rp35
18 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar

Ayam ini dikukus sepertinya dan disajikan dalam bentuk menyerupai bambu. Enaakk! Lembut dan seperti ayam suwir, gurih dan sudah berbumbu. Tinggal dipadankan dengan sambal saja, sempurna lah! Dan harganya hanya 35.000 per porsi. Kami nikmati dengan nasi uduk yang juga harganya di bawah 10.000. Tak heran kenapa tempat makan ini super ramai! Begitu kami mau pulang saja, antrian di bawah sudah sampai dua baris kursi penuh. Disediakan kursi dan televisi untuk tempat antrian. Jika ingin mencari tempat bersantap dengan nuansa agak mistis dan pemandangan pekerja-pekerja yang tampan, di sini lah sepertinya yah. Cheers!
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Metode Makan
Di Tempat
Pembelanjaan per orang
Rp50.000 (Makan Malam)
Makanan Rekomendasi
Ayam Koteka
Rp 35
  • Ayam koteka