6
0
0
Level4
2013-09-16 426 Lihat
Di hari Minggu yang cerah, saya dan teman-teman mengunjungi Keraton dan Taman Sari. Setelah mengunjungi kedua tempat tersebut, tibalah waktu makan siang, dan meluncurlah kami ke Bale Raos yang letaknya tak jauh dari Keraton.Keunikan Bale Raos adalah, tempat ini menyajikan makanan-makanan kesukaan para Sultan Yogyakarta di tempat dengan arsitektur yang sangat Jawa. Ruangan di Bale Raos bersifat terbuka, jadi tidak menggunakan pendingin ruangan. Saat saya datang, tempat ini masih sepi, namun tak l
Baca Ulasan Lengkap
Di hari Minggu yang cerah, saya dan teman-teman mengunjungi Keraton dan Taman Sari. Setelah mengunjungi kedua tempat tersebut, tibalah waktu makan siang, dan meluncurlah kami ke Bale Raos yang letaknya tak jauh dari Keraton.
84 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Keunikan Bale Raos adalah, tempat ini menyajikan makanan-makanan kesukaan para Sultan Yogyakarta di tempat dengan arsitektur yang sangat Jawa. Ruangan di Bale Raos bersifat terbuka, jadi tidak menggunakan pendingin ruangan. Saat saya datang, tempat ini masih sepi, namun tak lama datanglah rombongan yang langsung memenuhi hampir separuh tempat ini. Bale Raos merupakan tempat yang banyak dikunjungi turis di Yogyakarta, jadi ada baiknya untuk datang lebih awal untuk makan siang atau makan malam.

Di meja kami sudah tersedia gelas-gelas berisikan air putih, dan tak lama disajikan juga sepiring kerupuk jagung yang ternyata enak juga kalau dicampur dengan nasi. Masing-masing dari kamipun memilih makanan yang beberapa di antaranya diberi keterangan bahwa makanan tersebut merupakan favorit dari Sultan, mulai dari Sultan ke VII sampai dengan ke X, juga GKR Hemas.

Dan inilah makanan dan minuman ala Sultan kami siang itu :
112 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Es Sapaitu merupakan minuman sarsaparila yang dicampur dengan susu kental dan es. Sarsaparilanya yang dipakai di sini berasal dari Yogyakarta. Rasanya kurang lebih seperti root bear float.
107 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Hidangan ini konon biasa dihidangkan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII sekitar tahun 1920-1930an. Sudah keren yah makanan jaman itu, saya aja jarang makan salad. Salad dengan isi sayur-sayuran dengan topping mayonaise, keju, dan telor ini porsinya cukup besar, sehingga cocok untuk sharing.
116 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Roti Jok merupakan roti yang terbuat dari tepung beras dan tepung terigu dan disajikan dengan semur ayam. Hidangan ini konon merupakan favorit dari Sultan Hamengku Buwono VIII.
104 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Lombok Kethok merupakan hidangan favorit SUltan Hamengku Buwono mulai dari VI sampai IX yang terbuat dari daging sapi yang dimasak seperti semur dengan potongan cabai besar dan irisan tomat hijau.
109 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Lidah sapi yang empuk dengan bumbu yang enak ini disajikan dengan 'kentang ongklok' dan serces (setup sayuran favorit Sri Sultan Hamengku Buwono IX).
105 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Menu yang konon juga kesenangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX ini terbuat daging sapi giling dengan kuah semur manis, dan disajikan dengan puree kentang dan sayuran.
104 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Nasi Tradisional Set ini merupakan perpaduan nasi merah dari Wonosari dengan beberapa makanan favorit kesultanan, di antaranya Gecok Ganem (bakso yang disajikan dengan santan, kesukaan Sultan Hamengku Buwono IX), Oseng Daun Pepaya (kesukaan GKR Hemas), Tempe & Tahu Bacem, serta Lombok Kethok.
105 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Pecal ayam berupa ayam panggang yang berbumbukan berbagai rempah-rempah dan kemangi.
104 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Dessert berupa setup nanas dipadu dengan whipped cream ini merupakan salah satu kegemaran Sultan Hamengku Buwono VIII. Kalau hanya dimakan bagian atasnya saja, rasanya akan tawar, oleh karena itu harus diaduk sampai ke bagian bawahnya.
117 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Kudapan dengan penampilan unik yang juga favorit Sultan Hamengku Buwono VIII ini (banyak yah favoritnya) berupa pisang kepok yang dibelah dua yang diikat dengan daun pandan, dijepitkan ke bambu dan dibakar.
106 Lihat
1 Menyukai
0 Komentar
Manuk Nom merupakan dessert berupa pudding yang berbentuk seperti burung (dengan sayap emping?) terbuat dari tape ketan hijau dan telor. Di jaman Sri Sultan Hamengku Buwono VII, hidangan ini biasa dinikmati sebagai dessert, sedangkan di era Sri Sultan Hamengku Buwono VIII disajikan sebagai appetizer.

Bagaimana kesan saya setelah mencoba makanan kesukaan para Sultan? Ternyata selera saya dan Sultan agak berbeda. Dari rasa menurut saya belum ada yang mengesankan saya, tapi cukup memuaskan. Harga yang dipasangpun tergolong affordable. Walaupun begitu, menurut saya Bale Raos tetap patut dikunjungi dalam agenda perjalanan ke Yogyakarta. Di mana lagi bisa mencicipi makanan-makanan kesukaan para Sultan selain di sini? Sugeng dahar.
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Pembelanjaan per orang
Rp50000 (Makan Siang)
Makanan Rekomendasi
  • Bestik Lidah