14
2
0
Level2
22
0
2016-02-26 395 Lihat
Foto-foto ini diambil di Cafe House Of Raminten JL.FM Noto No.7 Kotabaru. Konsepnya cafe tapi menunya banyak yang tradisional kayak jamu-jamuan minuman khas jawa dan makanan tradisional. Musik-musik yang mengalun juga musik tradisonal Jawa. Nggak heran kalo cafe ini sangat ramai didatangi orang dari berbagai usia, bahkan bule-bule juga. Harga menu yang paling murah 1000 rupiah, yaitu nasi kucing. Ada juga nasi liwet 2000-an dan nasi bakar 6000-an. Yang unik lagi tempat menghidangkannya. Gelas un
Baca Ulasan Lengkap
Foto-foto ini diambil di Cafe House Of Raminten JL.FM Noto No.7 Kotabaru. Konsepnya cafe tapi menunya banyak yang tradisional kayak jamu-jamuan minuman khas jawa dan makanan tradisional. Musik-musik yang mengalun juga musik tradisonal Jawa. Nggak heran kalo cafe ini sangat ramai didatangi orang dari berbagai usia, bahkan bule-bule juga. Harga menu yang paling murah 1000 rupiah, yaitu nasi kucing. Ada juga nasi liwet 2000-an dan nasi bakar 6000-an. Yang unik lagi tempat menghidangkannya. Gelas untuk wedhang sere itu tinggi banget. Kalau pesan es klapa muda juga ati-ati, pesen 1 aja bisa buat ramai-ramai karena gelasnya hapir segede baskom. Nah, pas saya pesen teh susu, bentuk cangkirnya seperti...........namanya.
Ngga heran klo Raminten jadi salah satu tempat favorit saya di Jogja.
Pokoknya letaknya strategis. Deket ma Kalicode, Mirota Bakery, dan shelter Trans Jogja. Kalau mau ke Tugu atau Malioboro juga enggak jauh lah dari situ.
Bisa dibilang House Of Raminten ini unik banget. Semacam angkringan tapi bergaya ala cafe atau semi restoran. Buat nongkrong juga oke banget. Buka 24 jam dan kalau malam suasananya lebih asik daripada siang. Yang nongkrong di sini juga bervariasi mulai dari remaja, mahasiswa, orang kantoran, bule dan kalangan menengah.
Waktu itu tempatnya full, jadi kami berempat nunggu dulu di tempat reservasi. Pesen tempat buat berempat. Sambil nunggu, disediain layar TV gede yang nayangin stasiun TV luar negeri (HBO). Lumayanlah dihibur dengan suasana sekitar. Ada juga kereta kuda yang dijadiin pajangan di depan pelataran HOR. Trus, HOR ini juga ber wi-fi. Jadi kalo mo bawa laptop bisa-bisa aja nih.
Setengah jam kemudian, barulah kami mendapat tempat dan masuk. Kami duduk di lesehan lantai dasar. Suasana HOR begitu apik dengan lampu kelip-kelip dan temaram. Ternyata para pelayan HOR berpakaian eksotis ala Jogja banget. Menu yang tersedia macam-macam ada mie instan, nasi kucing, kentang goreng, gorengan, sate keong, ayam, aneka jenis wedangan ala Jawa, kelapa muda, dll. Harga nasi kucingnya sama dengan angkringan pinggir jalan. 1000 perak! Kalo pesen double jadinya 2000 rupiah. Aku juga pesen minumai serai seharga 9000 rupiah. Gelas buat penyajiannya tinggi banget. I’m sitting and the glass is taller than my head when it served in my table. Kebayang kan minumnya susah? Nggak ada sedotannya lagi hihihi. Temenku yang pesen es kelapa muda, gelasnya hampir segede baskom kecil. Jadi, segelas minuman bisa buat dua orang.
23 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
26 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
34 Lihat
0 Menyukai
0 Komentar
(Ulasan di atas adalah pendapat pribadi dari seorang pengguna yang tidak mewakili pandangan OpenRice.)
Pasang
Penilaian Rinci
Rasa
Dekorasi
Layanan
Higienis
Sesuai Harga
Tanggal kunjungan
2014-11-25
Waktu Menunggu
30 Menit (Di Tempat)
Pembelanjaan per orang
Rp15000 (Makan Malam)
Acara
Peringatan